Senin, 28 Des 2015 12:33 WIB

Fakta Melahirkan

Ketika Nyeri Kontraksi Sering Terasa Tapi Pembukaan Tak Juga Bertambah

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Nyeri kontraksi jelang melahirkan kadang dirasakan berjam-jam, bahkan sampai ada yang merasakannya dalam kurun waktu lebih dari 24 jam. Lalu bagaimana jika nyeri kontraksi yang sudah sering dirasakan namun pembukaa jalan lahir tidak kunjung bertambah?

Menanggapi hal ini, spesialis kandungan dan kebidanan dari RS Bethsaida, Tangerang, dr Andriana Kumala Dewi, SpOG mengatakan ambang nyeri seseorang berbeda-beda. Jadi seorang perempuan kemungkinan merasakan nyeri yang luar biasa menjelang melahirkan, namun perempuan lainnya mungkin tidak terlalu nyeri.

Jika seorang ibu hamil yang mengeluhkan nyeri kontraksi berkepanjangan sementara pembukaan jalan lahir tidak kunjung bertambah, biasanya dokter akan melakukan evaluasi. Akan dilihat kapan kontraksi datang. Misalnya dalam 10 menit terjadi sekali atau dua kali kontraksi dan terjadinya 20 atau 30 detik, kemudian hilang, maka itu masih dianggap normal.

"Jadi ini untuk menilai bahwa ada nyeri berlebihan atau ibunya yang berlebihan," ujar dr Andriana dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu lalu.

Baca juga: Akibat Tekanan Rongga Panggul Saat Lahir, Bisa Muncul Benjolan di Kepala Bayi

Dokter juga akan mencari tahu apakah ada kondisi lain yang menyebabkan nyeri. Misalnya karena uterusnya robek.

"Ketika (uterus) sudah robek kadang-kadang gejalanya bukan nyeri lagi, tapi ibunya shock. Kondisi tersebut tidak langsung terjadi tetapi adanya riwayat induksi persalinan atau persalinan yang didorong-dorong," imbuh dr Andriana.

Menurut dr Andriana, kondisi lain yang bisa membahayakan adalah plasenta yang terlepas. Kondisi ini juga mengakibatkan munculnya rasa nyeri yang berkelanjutan.

"Yang bahaya itu saat ketika nyeri tetapi di luar kontraksi juga nyeri. Nah itu jangan-jangan kita harus pikirkan sesuatu yang lain, misal plasenta terlepas sebelum waktunya kan bisa saja terjadi dan itu nyeri banget. Itu di luar kontraksi terjadinya," tutur dr Andriana.

Baca juga: Manfaat Yoga Saat Hamil Juga Bisa Dirasakan Ibu Saat Melahirkan

(vit/up)