Makin besar usia kehamilan ibu hamil, beban bayi pun makin berat. Sehingga ada perubahan sudut tulang punggung yang makin tajam sehingga terasa nyeri. Apalagi ibu dengan kekurangan kalsium sering menyebabkan struktur sistem tulang mengalami perubahan karena kekurangan sel-sel tulang.
"Kalau dengan pengobatan modern bisa dengan diberi kalsium dosis tinggi. Atau fisioterapi ringan dengan senam hamil. Menurut hemat saya, tidak perlulah sampai dilakukan chiropractic, karena nantipun setelah melahirkan nyerinya akan hilang," kata Prof Marsis di Kantor IDI, Jl Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta, Jumat (8/1/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Essential Baby, fisioterapis Melanie Platt menerangkan rasa nyeri yang dialami ibu hamil di punggung bermula ketika hormon relaxing meningkat di masa kehamilan. Akibatnya, ligamen pun menjadi lebih rileks dan membuat punggung tidak bisa mendukung berat tubuh seperti biasanya.
Setelah melahirkan, nyeri punggung umumnya akan hilang. Jika belum hilang, kondisi ini menurut Platt berakitan dengan posisi ibu yang kurang tepat saat melakukan aktivitas bersama bayi yang melibatkan otot pinggang dan punggung. Misalnya saat mengganti popok atau mengangkat bayi.
"Untuk mengatasinya, tidak ada salahnya ibu beristirahat sejenak dan mengoleskan semacam obat gosok agar otot-otot di punggung rileks. Penting pula menjaga posisi tubuh yang tepat saat melakukan aktivitas. Jika tak reda juga, segera cek ke dokter," kata Platt memberi saran.
Baca juga: 3 Teknik Pijat untuk Redakan Pegal dan Nyeri Otot pada Ibu Hamil (rdn/vit)











































