Studi: Konsumsi Asupan Kaya Vitamin D Saat Hamil Pangkas Risiko Alergi Anak

Studi: Konsumsi Asupan Kaya Vitamin D Saat Hamil Pangkas Risiko Alergi Anak

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Senin, 15 Feb 2016 07:31 WIB
Studi: Konsumsi Asupan Kaya Vitamin D Saat Hamil Pangkas Risiko Alergi Anak
Foto: thinkstock
Jakarta - Jika ingin mengurangi risiko anak terkena alergi, ibu hamil disarankan memenuhi kebutuhan vitamin D. Caranya, konsumsi makanan yang kaya akan vitamin D seperti susu dan olahannya.

Seperti disampaikan oleh para peneliti dari Icahn School of Medicine, Mount Sinai, vitamin D dikenal memiliki fungsi mengatur sistem kekebalan tubuh.

Oleh karena itu, mengonsumsi asupan yang kaya akan vitamin D pada kehamilan membantu mengurangi risiko alergi mencapai 20 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ibu hamil sering bertanya-tanya mengenai asupan sehat apa yang harus mereka konsumsi selama kehamilan, kini studi kami menjawab salah satunya adalah asupan kaya akan vitamin D," ungkap salah satu peneliti yang terlibat, Dr Supinda Bunyavanich, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (15/2/2016).

Baca jugaBerat Badan Naik Terlalu Drastis Saat Hamil? Awas Kena Preeklampsia

Vitamin D umumnya dikenal sebagai 'vitamin sinar matahari', karena manusia secara alami mendapatkannya dari paparan sinar matahari. Namun vitamin D juga dapat ditemukan dalam sejumlah makanan. Beberapa di antaranya seperti ikan, telur, produk olahan susu, jamur dan sereal.

Dalam studi ini, tim peneliti melakukan pengamatan terhadap 1.248 ibu dan anak-anak mereka di Amerika Serikat. Peserta studi tersebut diikuti dari trimester pertama kehamilan sampai anak-anaknya mencapai usia tujuh tahun.

Ditemukan bahwa ibu yang mengonsumsi makanan kaya vitamin D selama kehamilan lebih sedikit risikonya untuk memiliki anak dengan alergi saat usia sekolah. Para ibu ini rata-rata rutin minum susu setiap hari selama kehamilan.

"Studi ini dapat menjadi panduan rekomendasi gizi untuk ibu hamil, agar mereka menyertakan vitamin dan makanan kaya vitamin D dalam diet mereka," imbuh Bunyavanich.

Studi ini dipublikasikan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology. (ajg/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads