Senin, 07 Mar 2016 16:03 WIB

Program Kehamilan Berbantu Disebut Kurang Efektif pada Wanita dengan Asma

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Progam kehamilan berbantu mulai dari obat kesuburan, inseminasi buatan, hingga bayi tabung semua ditujukan untuk mempermudah pasangan memiliki keturanan. Akan tetapi cara tersebut bisa jadi kurang efektif ketika seorang wanita mengidap asma.

Dalam laporan studi yang dipublikasi di European Respiratory Journal, peneliti dari Bispebjerg University Hospital, Denmark, menemukan pola hubungan sebab akibat antara asma dengan kesulitan hamil meski dengan program kehamilan berbantu.

Pemimpin studi Dr. Elisabeth Juul Gade mengatakan setidaknya dari 245 partisipan wanita program berbantu yang mengikuti studi, pengidap asma rata-rata perlu waktu 4,6 tahun. Sementara itu pada wanita program yang tak mengidap asma mereka hanya perlu waktu rata-rata 2,7 tahun untuk hamil.

Bila dipersentasekan maka wanita dengan asma kemungkinannya untuk alami pembuahan yang berhasil berada di kisaran 40-50 persen sementara wanita yang tak punya asma di atas 60 persen.

Baca juga: Tips Dokter Menghindari Serangan Asma di Musim Hujan

"Meski ketidaksuburan sering terlihat secara klinik pada wanita dengan asma, namun hubungan sebab akibat antara asma dan infertilitas belum pernah dikonfirmasi. Studi kami menunjukkan bahwa asma punya dampak negatif pada kesuburan karena semakin meningkatkan waktu kehamilan dan bisa mengurangi tingkat kelahiran," kata Juul Gade seperti dikutip dari Reuters, Senin (7/3/2016).

Mengapa asma bisa membuat kesuburan berkurang dikatakan oleh peneliti kemungkinan karena faktor inflamasi di paru yang menyebabkan iritasi dan memengaruhi permukaan lendir organ lainnya termasuk rahim. Menurut Juul Gade hal ini kemudian akan mempersulit sel telur yang telah dibuahi untuk sukses tertanam.

Peneliti menyarankan bila seorang wanita mengetahui dirinya punya asma, maka sebisa mungkin lakukan kontrol untuk mengurangi kemungkinan terjadinya serangan. Selain itu usahakan juga memiliki anak pada usia muda saat kesuburan sedang pada puncaknya.

Baca juga: 5 Hal yang Membuat Pasangan Susah Punya Anak (fds/vit)
News Feed