Minggu, 03 Jul 2016 16:00 WIB

Ibu Hamil Hendak Mudik? Ini Saran Dokter yang Perlu Diperhatikan

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Berkumpul bersama keluarga besar saat Lebaran merupakan kemewahan tersendiri. Tak heran kemacetan saat mudik pun dijalani. Tak terkecuali ibu yang sedang hamil, tak ingin ketinggalan berlebaran bersama keluarga besar.

dr Ridwan, SpOG, spesialis kandungan dan kebidanan dari Kemang Medical Care (KMC) Jakarta Selatan menuturkan perjalanan yang paling aman adalah di trimester kedua yaitu di usia kehamilan 12-28 pekan. Akan tetapi untuk ibu hamil di trimester pertama maupun ketiga tetap bisa kok melakukan perjalanan mudik.

"Asalkan kondisi baik, tidak mendekati waktu perkiraan persalinan dan tidak ada komplikasi sebenarnya tidak masalah," ujar dr Ridwan dalam perbincangan dengan detikHealth.

Jika perempuan hamil memiliki masalah seperti plasenta yang menutupi jalan lahir, ada riwayat kelahiran prematur sebelumnya, dan sering mengalami perdarahan atau ancaman keguguran maka tidak disarankan untuk berpergian jauh.

Baca juga: Mudik Bagi Ibu Hamil

"Untuk yang mengandung bayi kembar memiliki risiko kelahiran prematur, jadi waktu maksimal melakukan perjalanan di usia 32 sampai 34 minggu. Sedangan untuk bayi normal di umur 34-36 minggu," terang dr Ridwan.

Jika mudik dengan menggunakan mobil pribadi, ibu hamil tidak disarankan untuk menyetir. Tetapi jika terpaksa harus menyetir, maka perlu ada pendampingnya.

"Dianjurkan menyetir paling lama 5 jam, dengan istirahat seperti gantian menyetir," pesan dr Ridwan.

Baca juga: Saat Mudik, Sebaiknya Ibu Hamil Tetap Berpuasa Atau Tidak?

(vit/up)
News Feed