Ibu Hamil, Jangan Lupa Cukupi Kebutuhan Zat Besi Agar Tak Anemia

Ibu Hamil, Jangan Lupa Cukupi Kebutuhan Zat Besi Agar Tak Anemia

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Selasa, 27 Sep 2016 08:04 WIB
Ibu Hamil, Jangan Lupa Cukupi Kebutuhan Zat Besi Agar Tak Anemia
Foto: thinkstock
Jakarta - Jangan lupakan pentingnya mengonsumsi cukup zat besi selama masa kehamilan. Ini supaya ibu terhindari dari risiko anemia, yang dapat membahayakan kehamilan dan janin.

Demikian disampaikan oleh dr Verawati S., SpGK atau dr Vera dari RS Kemang Medical Care (KMC), dalam workshop 'Healthy, Safety & Happy Mommy' yang diadakan di Nifarro Park, Jl Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/9/2016).

Menurut dr Vera, saat tidak hamil biasanya kebutuhan zat besi wanita akan meningkat saat haid. Nah, ketika hamil, kebutuhan ini terus meningkat sampai yang terbanyak saat kehamilan mencapai trimester ketiga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya kalau biasanya kadar zat besi normal, makin dekat waktu lahir bisa jadi berantakan. Peningkatan kebutuhannya bisa sampai 9 kali lebih banyak. Makanya perlu dicek secara rutin darahnya, meskipun pada awal-awal kehamilan dirasa baik-baik saja," tutur dr Vera.

Zat besi merupakan asupan yang berfungsi penting dalam memproduksi hemoglobin (Hb), sementara hemoglobin berfungsi untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Jika kadar Hb kurang dari 11 mg/dl, maka bisa dikatakan mengalami anemia.

Baca juga: Saat Hamil, Jangan Lupa Skrining dan Cek Darah Secara Rutin!

Anemia pada ibu hamil memang berkaitan dengan pola hidup yang menyebabkan ibu kekurangan zat besi. Untuk itu, diusahakan ibu hamil melakukan skrining sehingga ketika baru diketahui mengalami defisiensi zat besi, bisa diberikan pengobatan.

Zat besi, selain berperan bagi ketahanan tubuh ibu, juga memengaruhi kondisi rahim ibu, juga plasenta. Dengan tercukupinya zat besi, maka perkembangan otak dan saraf janin lebih baik.

Defisiensi zat besi pada ibu hamil membuat bayi berisiko lahir prematur. Selain itu, ibu juga berisiko mengalami perdarahan saat persalinan. Proses kelahiran juga bisa 'macet'. Sebab, kurangnya darah merah dalam tubuh membuat oksigenisasi rendah sehingga kontraksi yang dialami ibu kurang.

"Tanda-tanda anemia itu konjungtiva atau bagian bawah dalam mata terlihat pucat. Lalu lidahnya juga licin, harusnya kan ada garis-garis dan teksturnya begitu. Sering ada luka juga di pojokan bibir. Kemudian di kuku ada bercak-bercak putih," terang dr Vera.

Pemenuhan zat besi bisa dilakukan dengan memilih dan mengonsumsi berbagai makanan zat besi seperti daging merah, ikan, sayuran hijau semisal bayam, dan kacang-kacangan seperti kacang hijau dan kacang kedelai.

dr Vera menuturkan bahwa sumber zat besi hewani penyerapannya di dalam tubuh lebih baik, jika dibandingkan dengan zat besi nabati. Selain itu, jangan lupa untuk menghindari minum kopi atau teh setelah makan. Kebiasaan tersebut menurut dr Vera juga dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.

(ajg/vit)

Berita Terkait