Rabu, 28 Sep 2016 18:35 WIB

Catat, Ini Risiko Jika Wanita Hamil di Usia Terlalu Muda

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Dianjurkan wanita untuk menunda pernikahan sampai usianya minimal 20 tahun. Dari sisi kesehatan, hal itu dilakukan terkait risiko yang bisa terjadi jika kehamilan terjadi di usia yang terlalu muda.

Dari segi kesehatan, dr Arietta Pusponegoro SpOG(K) mengungkapkan di bawah usia 20 tahun, tubuh wanita belum siap untuk menerima kehamilan. Untuk itulah dianjurkan wanita untuk hamil dan melahirkan di usia 20 sampai 35 tahun.

Apa risiko yang bisa terjadi? dr Arietta mengatakan pada kehamilan remaja atau di bawah usia 20 tahun, risiko ketuban pecah dini lebih besar. Ketika ketuban pecah dini, maka terpaksa bayi dilahirkan prematur.

"Artinya bayi belum siap hidup di luar kandungan ibu karena organ-organnya belum matang. Terus misal ibu anemia, risikonya macam-macam, bisa perdarahan atau hipertensi," kata dr Arietta saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Nah, di atas usia 20 tahun, secara anatomi dikatakan dr Arietta tubuh sudah siap menerima proses kehamilan dalam artian banyaknya perubahan-perubahan selama kehamilan yang terjadi pada tubuh ibu, terutama jalan lahir.

Sebaliknya, di bawah usia 20 tahun sel-sel di mulut rahim, otot panggul, dan tulang panggul disebutkan dr Arietta masih terlalu lemah untuk bisa menerima kehamilan. Tak hanya itu, hipertensi juga pada prinsipnya lebih rentan terjadi pada kehamilan pertama di usia muda.

Baca juga: Dokter: Preeklampsia Tak Bisa Dicegah, Ibu Hamil Wajib Jaga Kesehatan

"Faktornya tubuh belum siap menyesuaikan diri terhadap proses perubahan pada kehamilan. Saat hamil, pembuluh darah jadi lebih kecil, aliran darah jadi lebih sedikit. Apa yang harus disaring oleh ginjal juga lebih sediikit tapi ginjal kerjanya lebih keras karena tadi, menyesuaikan dengan kehamilan. Semua organ, paru, jantung, liver, mengalami perubahan menyesuaikan diri terhadap kehamilan," terang dr Arietta.

Risiko preeklampsia juga meningkat ketika ibu hamil di usia yang terlalu muda. dr Arietta menuturkan, risiko itu meningkat karena si ibu lebih sensitif. Pada prinsipnya, preeklampsia atau kelainan pembuluh darah bisa terjadi karena faktor antigen atau imunitas seseorang di mana tubuhnya menganggap bayi adalah benda asing sehingga tubuh harus menyesuaikan diri.

"Nah pada ibu hamil di usia yang terlalu muda, badan belum 'pintar' menyesuaikan diri," pungkas dr Arietta.

Baca juga: Catat, Ini Beragam Keluhan yang Kerap Dialami Ibu Hamil Muda

(rdn/up)