Kamis, 09 Feb 2017 08:11 WIB

Lahirkan Bayi Prematur Munculkan Risiko Sakit Jantung Pada Ibu

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: dok. Facebook Foto: dok. Facebook
Jakarta - Melahirkan sebelum waktunya (prematur) tidak hanya merugikan bagi kondisi si bayi. Penelitian terbaru mengungkap, kesehatan si ibu juga akan terbebani. Memang tidak langsung setelah melahirkan, tetapi saat usianya sudah lebih lanjut.

Menurut peneliti dari Brigham and Women's Hospital, Boston, wanita yang melahirkan secara prematur mempunyai risiko tinggi untuk terkena serangan jantung di kemudian hari.

Peneliti menggunakan data dari sebuah riset jangka panjang yang melibatkan lebih dari 70.000 wanita. Yang diamati pada partisipan antara lain usia, ras, tingkat pendidikan dan gaya hidup sebelum mengandung.

Hasilnya, wanita yang mengalami persalinan prematur (persalinan sebelum usia kandungan memasuki 37 minggu) berisiko 40 persen lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung kelak, dibandingkan yang tidak prematur.

Makin muda usia kandungannya saat persalinan juga ikut menambah risiko ini. Oleh karena itu, wanita yang melahirkan sebelum usia kandungan 32 minggu berisiko dua kali lipat.

Risiko yang sama juga terlihat pada mereka yang melahirkan prematur lebih dari satu kali, kendati persalinannya tidak disertai komplikasi seperti preeklampsia.

Baca juga: Stimulasi Sederhana Seperti Ini Bantu Optimalkan Perkembangan Bayi Prematur

Menurut peneliti, persalinan prematur bahkan bisa menjadi faktor risiko tersendiri bagi si ibu untuk terkena penyakit jantung, terlepas dari gaya hidupnya sebelum mengandung.

"Dugaan kami, ketika ia melahirkan secara prematur ini sudah jadi gejala peringatan awal ada yang tak beres dengan kesehatan kardiovaskular seseorang, biasanya sebelum hamil. Kemudian persalinan itu memicu munculnya risiko tadi," jelas peneliti, Lauren Tanz seperti dilaporkan CBS News.

Setidaknya karena risiko penyakit jantung seseorang bisa berkembang dari waktu ke waktu, setelah melahirkan, si ibu bisa memulihkan diri sembari mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat, termasuk pola makan.

"Mereka juga disarankan untuk memeriksakan diri secara teratur, utamanya untuk mengukur tekanan darah dan kolesterolnya," lanjutnya.

Baca juga: Bayi Lahir Prematur? 4 Skrining Ini Wajib Dilakukan Ya Ayah dan Bunda (lll/vit)