Luna Greenstein dari National Alliance on Mental Illness mengatakan, rutinitas pagi yang konsisten dapat membantu seseorang memulai hari dengan lebih mudah. Menurutnya, menjaga rutinitas yang sama setiap pagi dapat mengurangi kelelahan dalam mengambil keputusan (decision fatigue).
Kebiasaan pagi yang dilakukan orang cerdas Foto: Suci Risanti Rahmadania/detikHealth |
"Memiliki rutinitas pagi dapat meningkatkan energi, produktivitas, dan suasana hati yang positif. Rutinitas ini juga membangun momentum hingga otak mencapai waktu puncak untuk melakukan pekerjaan kognitif, yakni menjelang siang," tulis Greenstein, dikutip YourTango.
Sejumlah kebiasaan pagi pun kerap dikaitkan dengan orang cerdas, mulai dari bangun sebelum matahari terbit hingga membaca buku. Salah satunya adalah bangun sebelum matahari terbit. Orang yang terbiasa bangun pagi digambarkan lebih mudah beranjak dari tempat tidur dan telah memiliki tujuan yang ingin dicapai sebelum tengah hari. Mereka juga cenderung tidak menunda waktu bangun dengan menekan tombol snooze ketika alarm berbunyi.
Kebiasaan lain yang kerap dikaitkan dengan orang cerdas adalah menghindari penggunaan ponsel sesaat setelah bangun tidur. Alih-alih langsung mengecek pesan atau scrolling media sosial, mereka memilih memulai pagi tanpa terdistraksi oleh ponsel.
Selain itu, berolahraga pada pagi hari juga termasuk kebiasaan yang disebut kerap dilakukan orang cerdas. Aktivitasnya bisa berupa lari pagi atau yoga. Dengan menjadikan olahraga sebagai prioritas sejak pagi, seseorang dapat mengurangi kemungkinan melewatkan aktivitas fisik karena kesibukan di waktu lain.
Membaca buku, terutama buku nonfiksi, juga menjadi salah satu kebiasaan yang dikaitkan dengan orang cerdas. Membaca pada pagi hari disebut dapat menstimulasi otak sekaligus membantu seseorang mencapai target bacaan dalam setahun.
(suc/suc)











































