4 Mitos Soal Fitness yang Sudah Ketinggalan Zaman

4 Mitos Soal Fitness yang Sudah Ketinggalan Zaman

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Jumat, 01 Jun 2018 10:07 WIB
4 Mitos Soal Fitness yang Sudah Ketinggalan Zaman
Mitos-mitos soal fitness ini sebenarnya sudah ketinggalan zaman. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Sudah rutin fitness dan nge-gym, tapi tubuh belum juga mencapai bentuk ideal? Hati-hati, bisa jadi kamu salah melakukan gerakan karena tertipu mitos-mitos soal fitness ini.

Sejatinya, mitos-mitos soal fitness ini sudah ketinggalan zaman. Sayangnya, masih banyak orang yang percaya pada mitos-mitos tersebut, yang membuat hasil olahraga menjadi tak maksimal.



ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu, apa saja mitos-mitos tersebut? Dikutip dari Health.com, berikut 5 mitos soal fitness yang sudah ketinggalan zaman:

Mitos 1: Crunch kunci perut rata

Foto: thinkstock
Fakta: Crunch dan sit-up sudah lama ditinggalkan jika tujuannya adalah perut yang rata. Wayne Westcott, PhD, pakar sport sciences dari Quincy College mengatakan gerakan crunch dan sit-up tidak banyak membakar kalori.

Satu lagi, crunches yang tidak dilakukan dengan baik dan benar justru bisa menyebabkan cedera pada tulang belakang.

Mitos 2: Makin banyak berkeringat, makin banyak kalori terbakar

Foto: Thinkstock
Fakta: Banyak berkeringat tidak berarti makin banyak kalori yang terbakar. Jessica Matthews dari American Council on Exercise (ACE) menyebut menggunakan pakaian tebal demi keringat banyak tidak membuat lebih banyak lemak terbakar.

"Keringat hanyalah hasil produk biologis untuk menurunkan suhu tubuh," ujarnya.

Mitos 3: Lari bisa merusak lutut

Foto: thinkstock
Fakta: Meski lari risiko cederanya lebih rendah daripada olahraga kontak fosik, namun tidak berarti lutut akan rusak jika kita sering berlari. Olahraga pembentukan otot di bagian paha dan betis membantu meringankan beban di lutut saat lari.

Mitos 4: Olahraga minimal 45 menit untuk membakar lemak

Foto: thinkstock
Fakta: Hanya 10 menit olahraga kardio saja sudah bisa membakar lemak, tak perlu memaksakan harus 45 menit jika Anda masih pemula. Intinya, cukupi kebutuhan olahraga minimal 150 menit per minggu demi kesehatan terjaga.
Halaman 2 dari 5
Fakta: Crunch dan sit-up sudah lama ditinggalkan jika tujuannya adalah perut yang rata. Wayne Westcott, PhD, pakar sport sciences dari Quincy College mengatakan gerakan crunch dan sit-up tidak banyak membakar kalori.

Satu lagi, crunches yang tidak dilakukan dengan baik dan benar justru bisa menyebabkan cedera pada tulang belakang.

Fakta: Banyak berkeringat tidak berarti makin banyak kalori yang terbakar. Jessica Matthews dari American Council on Exercise (ACE) menyebut menggunakan pakaian tebal demi keringat banyak tidak membuat lebih banyak lemak terbakar.

"Keringat hanyalah hasil produk biologis untuk menurunkan suhu tubuh," ujarnya.

Fakta: Meski lari risiko cederanya lebih rendah daripada olahraga kontak fosik, namun tidak berarti lutut akan rusak jika kita sering berlari. Olahraga pembentukan otot di bagian paha dan betis membantu meringankan beban di lutut saat lari.

Fakta: Hanya 10 menit olahraga kardio saja sudah bisa membakar lemak, tak perlu memaksakan harus 45 menit jika Anda masih pemula. Intinya, cukupi kebutuhan olahraga minimal 150 menit per minggu demi kesehatan terjaga.

(mrs/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads