Mumpung Jakarta Sepi Ditinggal Mudik, Gowes Yuk!

Mumpung Jakarta Sepi Ditinggal Mudik, Gowes Yuk!

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Senin, 11 Jun 2018 09:08 WIB
Mumpung Jakarta Sepi Ditinggal Mudik, Gowes Yuk!
Mumpung Jakarta sepi, gowes yuk! Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Bersepeda di Jakarta, salah satu tantangannya adalah polusi. Sedangkan kalau mau memakai masker, susah bernapas karena untuk gowes butuh intake oksigen yang berlimpah.

Lalu, benarkah efek polusi pada pesepeda bisa dinetralkan oleh efek olahraganya? Apa saran dokter paru untuk mereka yang senang bersepeda di kota-kota besar?

Menurut dr Agus Dwi Susanto SpP(K) dari Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan RS Persahabatan, saat bersepeda efek dari olahraga tersebut tidak bisa menetralkan polusi yang terhirup. Karena itu, tetap dianjurkan memakai masker yang ideal saat bersepeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Olahraga bukan untuk menetralkan efek polusi, tapi untuk mencegah dampak polusi. Dengan olahraga kondisi tubuh terjaga tetap bugar, daya tahan tubuh bagus. Jadi dampak polusi jangka pendek seperti iritasi saluran napas samapai dengan infeksi saluran napas atau ispa dapat dikurangi," ujar dr Agus kepada detikHealth.


Soal keluhan tidak nyaman, dr Agus menyarankan untuk mencari masker khusus untuk bersepeda. Alternatifnya, hindari bersepeda di waktu-waktu ketika polusi sedang tinggi-tingginya. Saat libur lebaran, ketika Jakarta ditinggal mudik oleh para penghuninya, adalah saat ideal untuk bersepeda.

"Untuk bersepeda di kota-kota besar salah satu upaya mencegahan dampak polusi disarankan bersepeda pagi hari atau hari libur saat kadar polutan dalam nilai terendah, dan dikombinasikan dengan pola hidup sehat lain seperti, tidur cukup, makanan sehat, minum cukup, tidak merokok karena asap rokok termasuk bagian dari polusi udara," ujar dr Agus.

(up/up)

Berita Terkait