Jumat, 29 Jun 2018 10:15 WIB

Saran Atlet Profesional Buat yang Ingin Punya Badan Kencang Berotot

Nabilla Nufianty Putri - detikHealth
Foto: Nabilla/detikHealth Foto: Nabilla/detikHealth
Jakarta - Usianya sudah mendekati 'kepala 4', tapi perempuan ini punya badan yang sangat atletis. Tubuhnya kokoh dan sangat berotot, bikin iri siapapun yang sudah berlatih keras untuk bisa seperti itu.

Sebagai atlet lari gawang profesional, Dedeh Erawati memang dituntut untuk selalu melatih ototnya. Namun tentu saja perlu strategi, terutama dalam menentukan otot-otot mana yang perlu diprioritaskan untuk dilatih.

"Latihan sih sudah lama, tapi untuk otot ini memang nggak sengaja dibentuk. Karena kebutuhan. Karena kan dilapangan, misalkan power tungkai saya harus kuat berarti saya banyak latihan squat," ujar Dedeh kepada detikHealth.

Baca juga:

Untuk ayunan lengan agar kuat, Dedeh menekankan latihan pull up dan lainnya, selain itu ia juga melakukan latihan di gym, seminggu tiga kali dan ditambah pliometrik dan lain-lain.

Sejak sekitar umur 16 tahun Dedeh sudah latihan strength untuk kekuatan lengan dan tungkai, misalnya latihan circuit training yaitu sit up, push up kemudian menginjak umur 19 tahunan mulai menambah beban berat memakai alat.

Dalam waktu seminggu Dedeh dapat melakukan latihan hingga 9 sesi, jadi dalam satu hari bisa dua kali latihan, dengan durasi satu hingga dua jam tetapi kebanyakan dua jam. Tetapi jika mendekati pertandingan, intensitas dan volume latihan disesuaikan.

"Jika akan pertandingan biasanya ditambahin ya (latihannya), justru itu kurang baik, kurang pas. Karena harus mengikuti aturan program, persiapan umum, persiapan khusus dan persiapan pertandingan. Dan ada tapering yaitu penurunan program yang dilakukan maksimal dengan intensitas rendah tetapi kualitas tinggi," ujar Dedeh.

Baca juga: (Nabilla Nufianty Putri/up)
News Feed