Rabu, 04 Jul 2018 16:40 WIB

Dibegal Saat Bersepeda, Bougie Bagikan Tips Aman Olahraga di Jalan

Widiya Wiyanti - detikHealth
Bougie dengan sepeda Cervelo S5 yang dibegal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan baru-baru ini. Foto: dok: Pribadi Bougie dengan sepeda Cervelo S5 yang dibegal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan baru-baru ini. Foto: dok: Pribadi
Jakarta - Bukan hanya sepeda motor yang rawan pembegalan, sepeda pun bisa menjadi sasaran para penjahat. Seperti yang dialami Robertus Soutwell Bougie Hartono yang kehilangan sepeda harga puluhan juta rupiah pada Sabtu (30/6/2018) tepat pukul 5.20 pagi.

Menjadi korban pembegalan, Bougie sapaan akrabnya membagikan tips agar bersepeda tetap aman. Sempat merasa takut, Bougie mengatakan bahwa ia akan menghindari bersepeda di waktu yang masih sepi.

"Kalau mau sepedaan mending jam 7 aja deh, hitam (kulitnya) juga nggak apa-apa," ujarnya kepada detikHealth, Rabu (4/7/2018).

Bougie pun menyarankan untuk tidak bersepeda sendirian dari rumah hingga tempat tujuan. Dengan menghindari bersepeda sendirian, itu bisa mencegah niat jahat si pelaku begal.

"Minimal 3-4 orang lah, itu begal juga masih mikir-mikir kalau mau begal," saran pria berusia 35 tahun itu.


Selain itu, Bougie mengatakan untuk tetap selalu waspada. Jangan menganggap suatu wilayah yang biasanya ramai itu adalah aman, namun tetap berpikir di mana saja bisa terjadi bahaya.

"Jangan berasumsi itu aman, anggap saja semuanya bahaya. Jadi tingkat waspada kita meningkat," tuturnya.

Wilayah ramai seperti kawasan Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat pun bisa menjadi tempat penjambretan. Seperti yang dialami Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarief Burhanudin yang tengah bersepeda pada pukul 08.00, Minggu (24/6/2018).

Jadi, di manapun kita berada tetap waspada di sekeliling kita. Jangan bersepeda sendirian agar tak menjadi korban kejahatan.




(wdw/up)
News Feed