Kondisi DOMS merupakan hasil robekan kecil yang terjadi pada serat otot yang dikombinasikan dengan proses peradangan lalu timbul rasa nyeri. Dari aktivitas yang melibatkan perpanjangan otot dan tendon saat seseorang secara simultan mencoba mengkontraksi otot seperti misalnya squats.
"Nyeri otot, lemas, pengurangan kontraksi otot dan kekakuan otot merupakan gejala dari DOMS," tutur Katie Lawton, seorang dokter kesehatan olahraga di Cleveland Clinic, dikutip dari Men's Health.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakai pengompres dingin dan hangat
|
Foto: thinkstock
|
Mengombinasikannya dengan ice pack atau pengompres dingin akan menjadi kombinasi yang sempurna, lanjurnya. Mencampurkan dingin dan panas bisa jadi sangat bermanfaat setelah olahraga penyebab nyeri otot.
Sebuah studi mengungkapkan bahwa menggunakan kedua pengompres dapat mencegah kerusakan jaringan elastis dan mengurangi nyeri otot. Aplikasikan pengompres dingin selama 20 menit lalu ikuti dengan kompres hangat selama 20 menit.
Pakai foam roller
|
Foto: Getty Images
|
Foam rolling, sebuah alat berbentuk pipa terbuat dari gabus bisa digunakan sebagai penghilang nyeri otot dan meningkatkan pemulihan jaringan.
Sebuah studi menyebutkan bahwa melakukan foam rolling yang cukup tebal selama 20 menit langsung setelah berolahraga dapat mengurangi lemahnya otot dan menurunkan dampak pada gerakan dinamis seseorang.
Mandi air dingin
|
Foto: Thinkstock
|
Dalam studi yang lain di tahun 2014, peserta yang mandi dengan air dingin selama 10 menit melaporkan nyeri yang tidak terlalu saat diminta untuk meregangkan tubuh.
Pakai compression gear
|
Foto: Patch
|
Compresion gear adalah pakaian olahraga yang ketat membentuk tubuh, dipercaya dapat menjaga otot tetap kuat di tempat dan meningkat aliran darah ke otot, sehingga mendorong performa.
Selain itu, pakaian ini juga membantu untuk menyingkitkan enzim dalam otot yang disebut kreatin kinas, yang menyebabkan rasa sakit.











































