Terpesona 'Goyang Dayung' Jokowi? Kamu Bisa Menirunya Kalau Mau Kurus

Terpesona 'Goyang Dayung' Jokowi? Kamu Bisa Menirunya Kalau Mau Kurus

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 20 Agu 2018 11:46 WIB
Terpesona Goyang Dayung Jokowi? Kamu Bisa Menirunya Kalau Mau Kurus
Presiden Joko Widodo berjoget dalam pembukaan Asian Games 2018. (Foto: INASGOC/Puspa Perwitasari)
Jakarta - Goyang dayung menjadi salah satu momen paling menyita perhatian dalam upacara pembukaan Asian Games 2018 yang lalu. Presiden Joko Widodo tampak ikut bergoyang saat pedangdut Via Vallen membawakan lagu Meraih Bintang.

Disebut 'goyang dayung' karena gerakan Jokowi mirip seperti gerakan rowing atau mendayung. Kedua tangannya maju-mundur, naik-turun, bersamaan, berulang-ulang. Hanya saja, Jokowi melakukan gerakan tersebut tanpa memegang dayung.

Seandainya dilakukan sambil dayung, maka rowing atau gerakan mendayung adalah salah satu gerakan yang sangat efektif membakar kalori. Cocok buat kamu yang sedang berjuang menurunkan berat badan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Kalaupun tidak ada sampan serta dayung sungguhan, kamu bisa melakukan gerakan rowing untuk olahraga dengan memakai alat yang disebut rowing machine. Alat tersebut mudah sekali ditemukan di pusat-pusat kebugaran.

Ada beberapa alasan kenapa kamu harus mencoba 'goyang dayung' dengan rowing machine. Berikut ini sebagian di antaranya.

Full body workout

Ilustrasi: Thinkstock
Padayung profesional Inggris, Alex Gregory, menyebut rowing sebagai full-body workout yang sempurna. Rangkaian gerakannya melatih seluruh otot di tubuh mulai dari kaki hingga leher. Kelebihan lainnya adalah impact yang minimal, tidak ada gerakan menghentak yang membebani persendian.

Melatih jantung

Ilustrasi: Thinkstock
Rowing machine sering dipakai juga untuk pemanasan sebelum masuk ke latihan inti, apapun programnya. Butuh endurance atau daya tahan yang baik untuk mendayung dalam waktu tertentu, sehingga jantung dan paru-paru akan sangat terlatih. Cukup efektif untuk meningkatkan denyut jantung.

Tidak melulu soal kecepatan

Ilustrasi: Thinkstock
Banyak yang beranggapan bahwa semakin cepat mendayung maka efeknya akan lebih baik. Caley Crawford, direktur edukasi dari Row House, seperti dikutip dari gq.com menyebut bahwa power yang dihasilkan dari tiap hentakan jauh lebih menentukan intensitasnya.

Ketika energi terlalu banyak dihabiskan untuk ngebut, biasanya akan berakhir dengan ngos-ngosan dan akhirnya tidak optimal. Dianjurkan untuk membuat target waktu dibanding hanya mengejar kecepatan.

Fokus di kaki

Ilustrasi: Thinkstock
Crawford menganjurkan, porsi tenaga saat mendayung berasal 60 persen dari kaki, 30 persen dari punggung, dan hanya 10 persen dari tangan. Kurang lebih sama seperti ketika melakukan deadlift dan squats.

Ia juga menganjurkan rasio waktu 1:2 saat menarik dan kembali ke posisi awal.

Posisi duduk

Ilustrasi: Thinkstock
Jika kamu ingin mendapatkan efek yang optimal pada core muscle atau otot-otot di batang tubuh, maka posisi duduk saat mendayung akan sangat menentukan. Dianjurkan untuk duduk setinggi mungkin, angkat dada, pandangan ke depan, dan jangan menunduk. Hindari melengkungkan punggung agar pertukaran udara pernapasan bisa maksimal.
Halaman 2 dari 6
Padayung profesional Inggris, Alex Gregory, menyebut rowing sebagai full-body workout yang sempurna. Rangkaian gerakannya melatih seluruh otot di tubuh mulai dari kaki hingga leher. Kelebihan lainnya adalah impact yang minimal, tidak ada gerakan menghentak yang membebani persendian.

Rowing machine sering dipakai juga untuk pemanasan sebelum masuk ke latihan inti, apapun programnya. Butuh endurance atau daya tahan yang baik untuk mendayung dalam waktu tertentu, sehingga jantung dan paru-paru akan sangat terlatih. Cukup efektif untuk meningkatkan denyut jantung.

Banyak yang beranggapan bahwa semakin cepat mendayung maka efeknya akan lebih baik. Caley Crawford, direktur edukasi dari Row House, seperti dikutip dari gq.com menyebut bahwa power yang dihasilkan dari tiap hentakan jauh lebih menentukan intensitasnya.

Ketika energi terlalu banyak dihabiskan untuk ngebut, biasanya akan berakhir dengan ngos-ngosan dan akhirnya tidak optimal. Dianjurkan untuk membuat target waktu dibanding hanya mengejar kecepatan.

Crawford menganjurkan, porsi tenaga saat mendayung berasal 60 persen dari kaki, 30 persen dari punggung, dan hanya 10 persen dari tangan. Kurang lebih sama seperti ketika melakukan deadlift dan squats.

Ia juga menganjurkan rasio waktu 1:2 saat menarik dan kembali ke posisi awal.

Jika kamu ingin mendapatkan efek yang optimal pada core muscle atau otot-otot di batang tubuh, maka posisi duduk saat mendayung akan sangat menentukan. Dianjurkan untuk duduk setinggi mungkin, angkat dada, pandangan ke depan, dan jangan menunduk. Hindari melengkungkan punggung agar pertukaran udara pernapasan bisa maksimal.

(up/fds)

Berita Terkait