Kamis, 15 Nov 2018 09:44 WIB

Siapkan Hal-hal Ini Jika Kamu Pemula yang Ingin Lari Marathon

Ayunda Septiani - detikHealth
ilustrasi lari marathon. Foto: thinkstock ilustrasi lari marathon. Foto: thinkstock
Jakarta - Menjamurnya event marathon di berbagai daerah di Indonesia menandakan bahwa minat masyarakat cukup tinggi pada olahraga lari. Bagi pelatih marathon Andri Yanti, fenomena ini bagus karena berarti kesadaran masyarakat akan kesehatan menjadi lebih masif.

Seiring dengan meningkatnya fenomena ini, banyak pelari pemula yang tertarik untuk mengikuti marathon. Jangan langsung mengikuti latihan yang padat, namun persiapkan jauh-jauh hari dengan latihan bertahap, terutama jika kamu adalah pelari rekreasional (pekerja kantoran atau bukan atlet dan profesional).



Selain itu, Andri juga menyebut sebaiknya jangan langsung mengambil kategori half atau full marathon. Beberapa marathon ada yang menyediakan kategori berjarak dekat, misal 5 km atau 10 km. Sehingga bagi pemula disarankan untuk mulai dari jarak yang paling pendek terlebih dahulu.

Soal latihan, ia juga menekankan pentingnya latihan bertahap. "Seminggu tiga kali, diatur sekali lari 30 menit. Nanti setelah dua minggu naik jadi 40 menit. Nggak harus terus berlari, misal bisa dicampur (dengan olahraga lainnya). Misalnya kita lari dua menit, jalan satu menit. Terus selama 30 menit. Nanti lama-lama kita bisa tingkatkan larinya yang tiga menit, jalannya satu menit. Jadi semuanya bisa kita variasikan," tuturnya.

Marathon merupakan olahraga lari jarak jauh, biasanya dikategorikan dengan full marathon sepanjang 42.195 km, namun ada juga half marathon sepanjang 21 km. Biasanya event ini diadakan di jalanan, namun beberapa ada juga yang mengadakannya dengan cross country (menyeberang negara), gunung atau jalanan yang tidak rata.

(frp/up)
News Feed