Rabu, 21 Nov 2018 15:23 WIB

Meninggal Saat Lari Marathon, Ini 2 Kemungkinan Penyebabnya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Lari tanpa persiapan yang matang tak jarang bisa berdampak sangat fatal (Foto: iStock) Lari tanpa persiapan yang matang tak jarang bisa berdampak sangat fatal (Foto: iStock)
Jakarta - Tidak jarang perlombaan lari justru mendatangkan cedera karena kurang persiapan atau terlalu memaksakan diri. Bahkan dalam beberapa kasus bisa menimbulkan korban jiwa, seperti dialami seorang pelari yang meninggal usai mengikuti Borobudur Marathon 2018, Minggu (18/11/2018).

Menurut fisioterapis Syahmirza Indra Lesmana, SKM, SFt.MOr, ada dua kemungkinan yang terjadi pada seseorang yang meninggal saat mengikuti perlombaan lari, yaitu hipoksia dan kerja jantung berlebih.

"Hipoksia itu tidak sampainya oksigen ke otak. Ketika kita berlari, 80 persen energi oksigen itu pindah ke otot kita, sehingga otaknya kekurangan oksigen," ujarnya kepada detikHealth, Rabu (21/11/2018).



Otak yang kekurangan oksigen akan menyebabkan seseorang mengalami penurunan fungsi tubuh secara drastis atau biasanya disebut kolaps. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan seseorang meninggal jika tidak segera diberikan penanganan secara baik.

"Yang kedua, ketika dia butuh (lari) lebih banyak, jantungnya akan (bekerja) lebih berat. Kalau dia nggak kuat jalan terus dia akan meninggal," lanjut fisioterapis yang juga Dekan Fakultas Fisioterapi Universitas Esa Unggul tersebut.

Sementara itu menurut dokter kesehatan olahraga dari RS Premier, dr Hario Tilarso, SpKO, seseorang yang mengalami kolaps kemudian meninggal saat perlombaan lari tentunya terlalu memaksakan tubuhnya, dan kemungkinan memang ada kelainan jantung yang diidapnya.

"Itu mungkin pada waktu mau finis kan tidak finis katanya, mungkin dia sprint habis-habisan. Sprint itu merupakan suatu upaya yang sangat berat buat dia. Kemungkinan besar dia memang punya kelainan jantung kalau begitu. Tapi sebab kematian harus ditentukan dengan autopsi kan, perkiraan saja," jelasnya.

Salah satu kemungkinan meninggal saat lari adalah hipoksia, yakni kurangnya pasokan oksigen ke otak.Salah satu kemungkinan meninggal saat lari adalah hipoksia, yakni kurangnya pasokan oksigen ke otak. Foto: iStock


(wdw/up)
News Feed