Kamis, 22 Nov 2018 08:30 WIB

Berbagai Kemungkinan Penyebab Kematian Mendadak Saat Lari Marathon

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi marathon. Foto: iStock Ilustrasi marathon. Foto: iStock
Jakarta - Baru-baru ini, seorang pelari yang mengikuti Borobudur Marathon 2018, Minggu (18/11/2018), meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan. Residen (calon dokter spesialis) Orthopaedi dan Traumatologi dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), dr Herjuno Ardhi Hadiantono, mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa ini yang dituliskannya dalam akun twitter pribadinya.

"Heart-wrenching. May we all pay respect to him, to the race, and to the distance as well," tulisnya.

Menurut Juno, sapaannya, terdapat berbagai penyebab kematian pada lari jarak jauh. Mulai dari serangan jantung hingga heat stroke.

"Tiga teratas penyebab kematian adalah sudden cardiac death (serangan jantung), ketidakseimbangan cairan/elektrolit tubuh, dan heat stroke. Serangan jantung mungkin sudah banyak diketahui awam, begitupun heat stroke. Yang agak jarang dikenal awam memang ketidakseimbangan elektrolit, termasuk water intoxication alias overhidrasi." katanya saat dihubungi oleh tim detikHealth melalui email, Rabu (21/11/2018).



Istilah keracunan air dalam lari jarak jauh nampaknya belum banyak diketahui oleh masyarakat. Pelari yang melakukan marathon cenderung lupa minum air putih dalam jumlah banyak yang membahayakan keselamatan mereka.

"Waktu belum lari, kadar elektrolit normal. Waktu lari dan berkeringat, air tubuh cekak, tapi jumlah elektrolit masih sama. Ada kepekatan elektrolit relatif. Dalam keadaan haus, pelari cenderung lupa diri minum air putih dalam jumlah banyak, ini bahaya," tulisnya.

Juno menambahkan, ada baiknya untuk memperhatikan tanda-tanda ketika tubuh mulai menunjukkan keletihan ketika berolahraga. Jangan diabaikan karena akan menyebabkan dampak serius seperti kematian.

"Ini tidak terbatas pada marathon saja, semua olahraga yang menuntut endurance macam triathlon atau roadbike juga," tutupnya.






Tonton juga 'Pria Ini Pecahkan Rekor Berlari di Kutub Selatan':

[Gambas:Video 20detik]

(Khadijah Nur Azizah/up)
News Feed