Rabu, 05 Des 2018 12:10 WIB

Belajar dari Arnold, Benarkah Semua Akan Bergelambir pada Waktunya?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Arnold Schwarzenegger yang sekarang kesulitan berolahraga. Foto: Dok. REUTERS/Benoit Tessier Arnold Schwarzenegger yang sekarang kesulitan berolahraga. Foto: Dok. REUTERS/Benoit Tessier
Jakarta - Aktor laga yang juga mantan binaragawan Arnold Schwarzenegger membuat pengakuan, yang sebenarnya, tidak terlalu mengejutkan. Di usianya yang makin beranjak tua, pemeran The Terminator ini mengaku makin kesulitan untuk olahraga. Badannya melemah, ototnya tampak menggelambir.

Arnold tidak sendirian, beberapa aktor laga lain yang pada masa jayanya memiliki badan super kekar, belakangan tampil dengan tonasi otot yang jauh berkurang. Bintang film Rambo, Sylvester Stallone, dalam beberapa kesempatan juga tertangkap kamera dengan perut yang sudah tidak lagi sixpacks.

Transformasi para bintang berbadan kekar yang kini menggendut, tak pelak memunculkan anggapan bahwa semua akan 'bergelambir' pada waktunya. Bukan tidak mungkin, ada yang menganggap olahraga tidak ada gunanya kalau pada akhirnya badannya akan rusak juga.

Pakar kesehatan olahraga dari RS Mitra Kemayoran, dr Michael Triangto, SpKO dengan tegas membantah anggapan tersebut. Menurutnya, perubahan yang tampak pada tubuh para aktor laga itu bukan menunjukkan bahwa olahraga tidak ada manfaatnya.

"Menurut saya itu hanya soal seberapa banyak otot yang telah dibentuk, dan seberapa banyak yang dipertahankan," kata dr Michael, kepada detikHealth, Rabu (5/12/2018).



Menurut dr Michael, berkurangnya massa otot atau disebut sarkopenia bisa dialami oleh semua orang. Yang menjadi masalah adalah bagaimana menjaganya selama mungkin, agar tidak cepat mengendur.

Salah satu caranya adalah dengan tetap latihan. Seandainya intensitas Arnold berlatih masih sama seperti saat aktif sebagai binaragawan, mungkin ototnya tidak secepat itu mengendur. Tapi dengan kesibukan sebagai aktor dan bahkan pejabat, sepertinya itu sulit dilakukan.

"Saya nggak yakin bisa seaktif dulu," sebut dr Michael.

Kemungkinan lain menurut dr Michael adalah penggunaan doping dalam bentuk steroid, seperti banyak dilakukan untuk body building. Ketika seseorang menggunakan steroid, yang ditahan oleh tubuh adalah cairan. Ketika dihentikan, maka cairan akan berkurang dan otot akan tampak lebih cepat mengendur.

"Otot yang dibentuk melalui proses yang lama, tentu akan bertahan lebih lama juga," kata dr Michael.

(up/wdw)
News Feed