Kamis, 13 Des 2018 10:30 WIB

Detak Jantung Melambat Saat Meditasi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Meditasi bisa menenangkan pikiran dan melatih pernapasan (Foto: thinkstock)
Jakarta - Bos dan CEO Twitter Jack Dorsey menyebut denyut jantungnya melambat hingga di bawah 40 bpm (beats per minute) saat melakukan meditasi Vipassana di Myanmar baru-baru ini. Data ini terpantau oleh sensor di Apple Watch yang dikenakannya.

Detak jantung yang melambat banyak dikaitkan dengan pikiran yang lebih tenang alias rileks. Dalam kondisi sebaliknya yakni saat stres, detak atau denyut jantung biasanya meningkat.

"Detak jantung melambat saat meditasi dapat terjadi karena sistem parasimpatis saraf kita meningkat, sehingga dapat menurunkan tekanan darah, nadi, memperbaiki efektivitas pernafasan, dll," kata dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA, saat dihubungi detikHealth.



Menurut dr Ayu, demikian dokter jantung yang berpraktik di RS Mayapada ini akrab disapa, detak jantung yang melambat juga bisa diartikan sebagai kerja jantung yang lebih efektif. Jantung yang berdetak lebih lambat memompa lebih banyak darah sehingga lebih efisien.

"Batas normal (detak) nadi kita 60-100 kali/menit," jelas dr Ayu.

Detak jantung bos Twitter Jack Dorsey melambat saat melakukan meditasi.Detak jantung bos Twitter Jack Dorsey melambat saat melakukan meditasi. Foto: twitter


Namun detak jantung, terutama saat tidak beraktivitas alias sedang istirahat, dipengaruhi oleh banyak faktor. Misalnya kerja jantung, kebugaran, hormon, dan sebagainya.

Maka tak heran bila seorang atlet yang terlatih cenderung memiliki detak jantung yang lebih lambat. Saat tidak beraktivitas, detaknya bisa di bawah 50 kali per menit (bpm).

"Jantung atlet terlatih sehingga akan lebih efisien bekerjanya," jelas dr Ayu.

(up/fds)