Selasa, 08 Jan 2019 08:32 WIB

Sebulan Penuh Berhenti Olahraga, Tubuh Akan Jadi Seperti Apa?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi push ups (Foto: ilustrasi/thinkstock) Ilustrasi push ups (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Olahraga harus dilakukan secara rutin agar efeknya maksimal. Bolong-bolong saja akan mengurangi manfaat, bagaimana kalau tidak dilakukan sama sekali selama sebulan?

Dikutip dari Dailymail, Michelle Pellizzon dari Los Angeles baru-baru ini melakukan tantangan tidak olahraga selama sebulan penuh. Selama empat pekan, ia hanya melakukan empat hal: tidur, makan, meditasi, dan nonton Netflix.

Usai menyelesaikan pekan pertama, ia mengaku tidak ada perubahan pada tubuhnya. Namun ia merasakan hal yang sangat berbeda pada fungsi otaknya. Saat bekerja, ia merasa jadi lebih susah fokus.

Sebuah penelitian di jurnal Neuroscience mengatakan bahwa olahraga teratur bisa meningkatkan produktivitas, meningkatkan mood, dan meredakan stres. Ini juga dialami oleh Michelle di pekan pertama.

Pada pekan kedua, perubahan mulai dirasakan pada VO2max, atau kapasitas vital paru-paru. Ini menunjukkan kemampuan paru-paru dan darah dalam menampung dan mendistribusikan oksigen di dalam tubuh. Bila berkurang, maka napas jadi lebih pendek dan cepat ngos-ngosan.



Lanjut hingga genap empat pekan, Michelle benar-benar merasakan tubuhnya berubah. Yang paling ia rasakan adalah berat badan yang meningkat.

"Seiring massa otot berkurang karena atrophy dan jarang dipakai, massa lemak akan meningkat," katanya.

Ketika seseorang berhenti berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya, tubuhnya akan mulai mengubah kelebihan gula menjadi lemak. Bukan cuma berat badan yang kena efeknya, tapi juga risiko diabetes dan penyakit kronis lainnya.

(up/kna)
News Feed