Sabtu, 24 Agu 2019 10:15 WIB

Tips Cegah Serangan Jantung Saat Olahraga, Lap Keringat Juga Pengaruh!

Kintan Nabila - detikHealth
Ketahui risiko serangan jantung mendadak saat olahraga. (Foto: iStock) Ketahui risiko serangan jantung mendadak saat olahraga. (Foto: iStock)
Jakarta - Risiko kematian mendadak saat olahraga perlu diantisipasi. Salah satunya, dengan melakukan beberapa persiapan sebelum memulai olahraga tertentu. Hal ini demi keselamatan kita saat berolahraga.

"Sebelum melakukan kegiatan olahraga, lakukan medical check up. Kalau dia punya riwayat penyakit jantung, paru, otot hukumnya wajib," Kata praktisi kesehatan dari FKUI dr Jack Pradono Handojo, MHA, saat ditemui di gedung Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Salemba, Selasa (21/8/2019).

Selain medical check up, dokter Jack menyarankan untuk melakukan hal ini, agar tidak berisiko terkena serangan jantung saat Olahraga.

1. Tidak mengelap tubuh saat berkeringat

Dokter Jack mengatakan, kita memang tidak boleh mengelap keringat saat olahraga. Karena dengan adanya keringat bisa membantu pengaturan suhu tubuh.

"Jadi saat keringat menguap, akan membawa panas tubuh. Kalau di lap, maka badan akan cenderung overheating. Biarkan keringat menguap alami," katanya.

2. Selalu minum, jangan tunggu mulut kering!

"Saat lari, minum sedikit-sedikit tapi sering. Jangan menunggu sampai mulut kering," kata dokter Jack.

Ia juga menambahkan, mulut kering sudah masuk tanda dehidrasi. Telat minum akan membuat kita dehidrasi dan tidak fokus. Akibatnya stamina akan turun. Minumlah dengan membatasi 4 sampai 7 teguk.


3. Gunakan baju Quick Dry

Selalu menggunakan baju quick dry atau baju yang cepat kering, supaya proses pendinginan tubuh dan penguapan keringat terus terjadi.

Jika tidak ada, bisa mengganti dengan baju yang kering atau memeras agar baju tidak penuh dengan keringat. Karena akan menghambat angin yang masuk.

4. Tidak langsung duduk atau rebahan saat selesai olahraga

Selesai olahraga, kita tidak boleh langsung duduk atau rebahan. Efeknya bisa bikin pusing bahkan pingsan.

"Enggak boleh langsung ngedeprok atau tiduran, ini bahaya. Setelah finish, lanjutkan dengan jalan santai 5-10 menit sampai nadi dan tensi normal kembali." Kata dokter Jack.

Ia juga menambahkan, periode cooling down atau pendinginan ini penting sekali. Fungsinya untuk mengembalikan tubuh ke kondisi semula dengan melakukan gerakan ringan.

5. Jangan memaksakan diri

Jika sudah tidak kuat atau merasa tidak sehat. Rasanya seperti kepala pusing, mata berkunang-kunang dan mual. Tidak ada salahnya untuk berhenti atau istirahat sejenak dan jangan tinggalkan teman yang sudah mengalami kondisi tersebut.



Simak Video "Barre, Olahraga dengan Perpaduan Balet dan Pilates "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)