Rabu, 04 Sep 2019 14:06 WIB

Selain Pemanasan, Wajib Hitung Detak Jantung Sebelum Olahraga

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi menghitung detak jantung sebelum berolahraga. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi menghitung detak jantung sebelum berolahraga. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Olahraga tidak semata-mata ganti pakaian olahraga kemudian langsung lari, atau keluarkan sepeda lalu gowes. Diperlukan pemanasan terlebih dahulu sebelum melakukan olahraga tersebut.

Pemanasan dapat melenturkan otot-otot tubuh dan juga melancarkan peredaran darah. Namun menurut dokter spesialis kedokteran olahraga dr Zaini K Saragih, SpKO, selain pemanasan ada satu hal yang wajib dilakukan sebelum berolahraga.

"Sebelum olahraga, kita harus ukur heart rate masing-masing. Harus di bawah 100 (kali per menit)," ujarnya saat ditemui di Gedung Adhyatma Kemenkes RI, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (4/9/2019).



dr Zaini menjelaskan, mengukur detak jantung diperlukan sebelum berolahraga untuk menentukan kondisi jantung siap atau tidak. Karena saat berolaraga, jantung otomatis akan berdetak lebih cepat yang artinya jantung bekerja lebih keras dari biasanya.

"Kalau di atas 100 (kali per menit) maksa olahraga, jantungnya bisa capek terus mati," tegasnya.

Jika detak jantung sebelum berolahraga mencapai lebih dari 100 kali per menit, dr Zaini menyarankan untuk beristirahat selama 3-5 menit. Kemudian ukur lagi detak jantungnya. Jika dalam beberapa pengukuran masih tetap lebih dari 100 kali per menit, sebaiknya kunjungi poliklinik atau dokter.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan detak jantung terlalu cepat, dr Zaini menyebut salah satunya karena ada masalah pada jantung.

"Kalau tinggi, satu memang jantungnya sakit, atau kurang istirahat, atau terlalu banyak minum kopi atau energy drink," tandasnya.



Simak Video "Barre, Olahraga dengan Perpaduan Balet dan Pilates "
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)