Senin, 07 Okt 2019 07:31 WIB

Jangan Mau Kalah! Ibu Ini Sudah Tak Muda Lagi, Tapi Rajin Olahraga

Rosmha Widiyani - detikHealth
Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg Kartini Rustandi, MKes. Foto: Rosmha Widiyani/deetikHealth Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg Kartini Rustandi, MKes. Foto: Rosmha Widiyani/deetikHealth
Jakarta - Olahraga lari tidak selalu identik dengan usia muda, fisik prima, dan energi berlimpah. Kenyataannya, olahraga lari bisa dilakukan siapa saja tanpa batasan usia.

"Saya mulai lari di usia 55 tahun dan bukan masalah. Ini adalah kali keempat saya menyelesaikan jarak 5K. Yang penting selalu latihan dan jangan memaksakan diri," kata Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg Kartini Rustandi, MKes, di lingkungan kantor Kemenkes Jl HR Rasuna Said, Minggu (6/10/2019).


Bersama peserta lain, drg Kartini menyelesaikan rute Healthies Run 5K. Saat berlari, dia tampak mengenakan udeng atau ikat kepala khas Bali. Menurut, drg Kartini aksesori tersebut dikenakan untuk memeriahkan agenda yang bertujuan memasyarakatkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Kepada yang ingin memulai lari dalam usia yang tak lagi muda, drg Kartini menyarankan mengawalinya dengan latihan yang tidak terlalu berat. Misal jalan cepat yang menjadi lari bila kekuatan tubuh sudah menjadi lebih baik. Menurut drg Kartini saat ini dirinya rutin berlari selama 30 menit setiap hari.

Olahraga tetap harus dilakukan meski aktivitas padat atau harus duduk dalam waktu lama. Dalam kondisi ini, drg Kartini menyarankan olahraga yang bisa dijalankan sambil duduk. Misal, sekadar mengangkat kaki atau melakukan gerakan seperti push up menggunakan pegangan kursi. Olahraga menjaga kesehatan dan kekuatan fisik serta mental.






Simak Video "Barre, Olahraga dengan Perpaduan Balet dan Pilates "
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)