Jumat, 25 Okt 2019 07:15 WIB

Ikut Marathon Akhir Pekan Ini? Jangan Lupa Minum, Cuaca Sedang Panas-panasnya

Nurul Khotimah - detikHealth
Ilustrasi maraton di cuaca panas. Foto: Thinkstock Ilustrasi maraton di cuaca panas. Foto: Thinkstock
Jakarta - Event tahunan Jakarta Marathon 2019 akan digelar akhir pekan ini, di tengah cuaca yang sedang panas-panasnya. Beberapa hal perlu diperhatikan agar tak dehidrasi.

Mengingat lari adalah olahraga yang melibatkan jantung, sering kali pelari dihantui oleh serangan jantung atau bahkan heat stroke dengan kondisi cuaca panas. Hal ini perlu dihindari bagi pelari saat melakukan lari marathon.

Menurut Ahmad Latief Nurarifin, Asisten Coach 361 Runners, ketika pelari belum merasa haus tetapi sudah sampai di pemberhentian, sebaiknya tetap minum agar tubuh mendapatkan nutrisi dan terhindar dari dehidrasi. Dehidrasi ketika lari dalam kondisi cuaca panas inilah yang menjadi penyebab heat stroke.



Untuk antisipasi lari saat cuaca panas ada baikanya menggunakan perlengkapan yang nyaman bagi tubuh. Penggunaan sepatu yang memiliki sirkulasi udara lebih baik digunakan guna menjaga kaki tetap nyaman dan tidak gerah. Selain sepatu kaos kaki juga bagian yang tak kalah penting.

"Pilih yang dry fit. Tujuannya agar kaki ga lembab atau basah. Kalau lembab akan menimbulkan kaki yang bister (kaki muncul bintik berair)," ujar Latief.

Penggunaan perlengkapan yang memiliki sirkulasi udara yang baik sangat penting untuk menunjang performa berlari. Perlengkapan lain yang juga penting ialah topi dan kacamata untuk melindungi diri dari teriknya matahari saat berlari.



Simak Video "Selain Sehat, Maraton Juga Bisa Sebabkan Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)