Selasa, 05 Nov 2019 08:36 WIB

Ini Akibatnya Jika Memaksakan Diri Berlari Saat Lutut Terasa Sakit

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Dian Sastrowardoyo. Foto: Ismail/detikHOT Dian Sastrowardoyo. Foto: Ismail/detikHOT
Jakarta - Melalui postingan Instagramnya, Dian Sastrowardoyo mengungkapkan rasa sedihnya tak jadi ikut New York Marathon. Pasalnya, dia mengalami masalah pada lututnya.

Sebulan ke belakang ini Disas merasakan nyeri pada lututnya. Dokter lalu melarangnya untuk berlari beberapa waktu ke depan.

Menurut dokter spesialis kedokteran olahraga dari Slim and Health Sports Therapy, dr Michael Triangto, SpKO, memang sebaiknya jangan memaksakan berlari, apalagi marathon, jika sudah ada tanda-tanda nyeri lutut. Jangan malah membiarkannya sampai parah.

"Kita kan harus memenuhi 42km tadi, kalau tidak mencapai itu kita enggak perlu memaksakan diri untuk mengikuti event tersebut. Bila dipaksakan akibatnya nanti akan menimbulkan kerusakan yang mungkin penyembuhannya membutuhkan waktu yang lebih panjang," kata dr Michael.


Setelah beristirahat dari lari selama beberapa waktu hingga pulih, Anda tidak disarankan untuk langsung kembali seperti kebiasaan lari yang lama. Sebab, misalnya robek pada otot sudah membaik, otot belum benar-benar kuat untuk melakukan aktivitas fisik.

Asisten Coach Komunitas 361 Runners Ahmad Latief Nurarifin mengatakan, latihan yang akan diberikan pada mereka yang baru pulih adalah lari santai.

"Lari 15 menit jogging santai atau pemanasan untuk peregangan ototnya lebih banyak atau dengan core training yang ada. Jadi, core training itu bisa mengembalikan kebugaran otot-otot yang sudah lama tidak digunakan," ujarnya saat dihubungi via telepon.



Simak Video "Tips Diet ala Dian Sastrowardoyo Setelah Makan Banyak"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)