Senin, 25 Nov 2019 07:33 WIB

Surat Sehat Buat Pelari Amatir, Perlu atau Tidak?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi lomba lari. Foto: Thinkstock Ilustrasi lomba lari. Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat ini berbagai event lari banyak diselenggarakan di Indonesia. Sayangnya, kerap ada kabar peserta yang cedera bahkan meninggal usai menyelesaikan lomba lari.

Menanggapi kejadian tersebut, apakah pelari terlepas dari profesional atau amatir perlu dibekali surat sehat? Tentunya surat berasal dari tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional.

"Saya tidak setuju ya dengan surat sehat. Surat ini tidak berarti apa-apa karena dokter hanya menilai kondisi kesehatan pada saat itu. Daripada surat sehat mending general check up," kata dokter spesialis tulang dr Kiki Nofito, SpOT(K), yang juga seorang pelari dalam sebuah acara di Jakarta Pusat, Minggu (24/11/2019).



Menurut dr Kiki yang mulai menekuni lari sejak 2012, surat sehat pernah menjadi syarat bagi pelari sebelum ikut event. Namun sekarang mulai ditinggalkan karena memang tidak efektif. Kondisi kesehatan tidak bisa ditentukan hanya lewat konsultasi yang kerap kali kurang dari 15 menit.

Untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kemampuan tubuh, dr Kiki menyarankan pelari rajin melakukan check up. General check up rutin setahun sekali membantu peserta menentukan olahraga yang tepat. Termasuk untuk lari yang merupakan olahraga berat karena melibatkan semua organ tubuh.

Setelah melakukan check up dan konsultasi dengan dokter, dr Kiki menyarankan pelari atau yang hendak mencoba lari untuk jujur pada diri sendiri. Jika lari memang tak sesuai dengan kondisi tubuh, maka lebih baik memilih olahraga lain yang lebih aman misal berenang atau naik sepeda.



Surat Sehat Buat Pelari Amatir, Perlu atau Tidak?


Simak Video "Selain Sehat, Maraton Juga Bisa Sebabkan Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)