Selasa, 31 Des 2019 07:03 WIB

Tren Sepeda Mahal, Fenomena Ajang Gengsi Gaya Hidup

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sepeda mahal, dari tren ke gaya hidup. Foto: Achmad Reyhan Dwianto/detikHealth
Jakarta - Tren sepeda mahal kian bermunculan saat ini mulai dari jenis sepeda lipat hingga balap. Namun, mengapa fenomena tren sepeda mahal ini bisa terjadi?

Pengamat sepeda yang juga bekerja di salah satu toko retail sepeda modern, Dewo Prasetyo, mengatakan hingga saat ini tren sepeda mahal masih dipegang oleh merek Brompton. Harga sepeda Brompton dan Specialized bisa mencapai harga di atas 50 juta rupiah, tergantung dari jenisnya.

"Sepeda mahal masih Brompton sih yang megang. Brompton sama Specialized. Specialized itu Eropa punya sih, kita nggak megang. Sepedanya berjenis sepeda balap," kata Dewo saat ditemui detikcom, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan ditulis Selasa (31/12/2019).

Faktor gaya hidup menjadi pertimbangan dalam mengikuti tren sepeda mahal ini. Meski sepeda buatan lokal pun tak kalah dalam segi harga maupun kualitas dari merek luar negeri.

Infografis anatomi sepeda balap alias road bikeInfografis anatomi sepeda balap alias road bike Foto: infografis detikHealth


"Karena brand lokal kan dengan spesifikasi sama, tapi merek lokal. Mungkin orang beli merek luar karena balik lagi ke gaya hidup," jelasnya.

Perbedaan rasa pengalaman saat menggunakan sepeda mahal pun menjadi salah satu alasan untuk lebih memilih mengikuti tren ini.

"Mungkin dilirik orang kali ya, jadi gaya hidupnya gengsi. Walaupun fungsinya sama, tapi balik lagi kan teknologinya ngebantu dengkul kita. Beda rasanya, dari berat, ringan, terus daya tahannya itu beda," pungkasnya.



Simak Video "Mengenal Olahraga Dansa dan Manfaatnya Bagi Tubuh"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)