Senin, 03 Feb 2020 07:00 WIB

47 Persen Pesepeda Mengalami Nyeri Leher, Begini Mengatasinya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah warga bersepeda dengan mengenakan batik di Jakarta, Rabu (1/10/2019). Gowes GBK-Monas ini dalam rangka memperingati Hari Batik 2019. Pesepeda kerap mengeluhkan nyeri leher (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Bersepeda memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun orang yang melakukan olahraga ini juga mempunyai risiko cedera atau rasa nyeri.

Faktanya menurut penelitian sekitar 47 persen orang yang bersepeda lebih berisiko terkena nyeri di bagian leher.

Dokter spesialis anestesi yang ahli di bidang nyeri, dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, dr Henny Widyastuti, SpAn, MKes, mengatakan kepala yang terlalu lama mendongak saat bersepeda, akibat posisi antara saddle dan stang yang tidak ergonomis menjadi penyebabnya.

"Seharusnya dia menggunakan teknik tarik menarik perut kemudian meninggikan punggung dan dagunya ditarik ke dalam," kata dr Henny, di dalam acara Gobar Milad Kahiji Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Minggu (2/2/2020).

Menurutnya hal-hal sepele namun penting tersebut, terkadang dilupakan oleh para pesepeda. Jika rasa nyeri di leher sudah terjadi, dr Henny menyarankan untuk segera mengompresnya dengan air dingin.

"Dikompres air dingin di tempat yang nyeri, di tempat yang terasa hangat kemudian beristirahat," ucap dr Henny.

Tak hanya itu, dr Henny juga mengatakan bahwa stretching sederhana yang dilakukan secara berkala bisa menurunkan rasa nyeri di bagian leher.

"Stretching ringan seperti dagu ditempelkan ke dada beberapa kali, kemudian dagu ke bahu beberapa kali ke kanan-kiri untuk melawan dari kekakuan tersebut biar rileks dan itu harus berkala," jelasnya.



Simak Video "Manfaat Bersepeda untuk Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)