Selasa, 18 Feb 2020 11:56 WIB

Saran Dokter Jantung Agar Olahraga Tak Picu Kematian Mendadak

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Strong Athletic Woman Exercises with Battle Ropes as Part of Her Cross Fitness Gym Workout Routine. Shes Covered in Sweat and Training Takes Place in a Abandoned Factory Remodeled into Gym. Banyak yang khawatir olahraga bakal memicu serangan jantung (Foto: iStock)
Jakarta -

Sosok Ashraf Sinclair dikenal rajin olahraga. Kematiannya yang mendadak karena serangan jantung tak pelak bikin banyak orang khawatir untuk berolahraga.

Walau banyak yang mengatakan olahraga itu baik untuk jantung, faktanya banyak juga olahragawan yang meninggal karena serangan jantung. Bahkan, tidak sedikit yang mengalaminya saat sedang olahraga. Adakah tanda-tanda yang harus diwaspadai?

Menurut dokter jantung dari Siloam Hospital Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah denyut jantung yang tidak beraturan. Menurutnya, itu merupakan salah satu pertanda ada kelainan pada jantung yang perlu diperiksa.

"Kalau sedang olahraga, jantung pasti berdetak lebih kencang. Jadi nggak bisa jadi patokan. Kecuali jantung berdebar tidak beraturan," jelasnya dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Tanda-tada lain yang juga perlu diwaspadai adalah:

1. Terasa mau pingsan
2. Sakit dada
3. Keringat dingin

"Harus check up dulu, jangan diteruskan. Itu merupakan salah satu tanda bahwa jantung nggak beres," pesan dr Vito bagi yang mengalami gejala-gejala tersebut saat olahraga.



Simak Video " Aktif Olahraga, Ashraf Sinclair Kantongi Sertifikat Pelatih Crossfit"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)