Selasa, 09 Jun 2020 08:14 WIB

Cuitannya Soal George Floyd Dinilai Rasis, Pendiri CrossFit Banjir Kecaman

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Strong Athletic Woman Exercises with Battle Ropes as Part of Her Cross Fitness Gym Workout Routine. Shes Covered in Sweat and Training Takes Place in a Abandoned Factory Remodeled into Gym. Pemilik brand kebugaran CrossFit banjir kecaman terkait tweet yang dinilai rasis (Foto: iStock)
Jakarta -

Balasan tweet dari pendiri CrossFit, Greg Glassman, menjadi heboh di media sosial. Tweet Greg soal kasus meninggalnya George Floyd dinilai netizen sebagai bentuk rasisme.

Kejadian ini bermula ketika Greg membalas pernyataan yang dimuat oleh Institute for Health Metrics and Evaluation di University of Washington. Dalam pernyataan tersebut, dikatakan bahwa bentuk rasisme termasuk isu kesehatan.

"FLOYD-19," begitu balasan Greg Glassman, yang langsung banjir kecaman.




Dikutip dari The Washington Post, selang 48 jam setelah komentar Glassman dimuat pada Sabtu malam, beberapa perusahaan gym tidak lagi memakai merek CrossFit. Perusahaan pakaian olahraga Reebok yang selama ini bermitra dikabarkan juga mengakhiri sponsorhip.

Strong young woman pushing heavy weights at the gymCrossFit populer dengan program-program kebugaran berintensitas tinggi. Foto: iStock

Selain itu, Rogue Fitness, pemasok peralatan, mengatakan akan menghapus logo perusahaan dari event yang berlangsung di tahun 2020.

Meski begitu, Glassman kini telah meminta maaf. Ia mengatakan CrossFit tidak akan membela aksi rasisme.

Apa itu CrossFit? Simak dalam video berikut:

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)