Kamis, 11 Jun 2020 05:45 WIB

Warga Padati GBK Tandanya Tidak Takut Corona? Belum Tentu!

Ayunda Septiani - detikHealth
Minggu pagi pertama era PSBB masa transisi Jakarta. (Wilda Hayatun Nufus/detikcom) Suasana GBK di Minggu pagi pertama era PSBB masa transisi Jakarta (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Kerinduan warga untuk beraktivitas di luar rumah membuncah ketika DKI Jakarta melonggarkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) untuk memasuki masa transisi tahap pertama. Gelora Bung Karno (GBK) pada akhir pekan lalu langsung dipadati pengunjung.

Kritik bermunculan karena kerumunan warga yang ingin berolahraga tersebut justru meningkatkan risiko penularan penyakit. Oleh sebagian kalangan, fenomena ini juga dikaitkan dengan mulai pudarnya rasa takut terhadap infeksi virus Corona.

Seorang dokter dan juga influencer gaya hidup, dr Tirta Mandira Hudhi, atau biasa dipanggil dr Tirta, menilai tudingan bahwa warga tidak takut virus Corona hanya satu dari beberapa kemungkinan penyebab GBK kebanjiran pengunjung.

"Dari tren olahraga kemarin sih aku ngeliat ada 3 kemungkinan, pertama warga mulai bosan di rumah, terus ketika ada kebijakan PSBB transisi mereka euforia, jadi mereka mau olahraga. Nah kebetulan dipilih tempatnya, dan semua orang berpikiran sama untuk ke GBK," jelas dr Tirta, saat ditemui detikcom, Rabu (10/6/2020).

dr Tirta Mandira Hudhidr Tirta Mandira Hudhi Foto: Ayunda Septiani/detikHealth

Sebelum pandemi virus Corona melanda, GBK merupakan salah satu tempat favorit bagi warga Jakarta untuk berolahraga. Lokasinya mudah dijangkau dan fasilitasnya cukup memanjakan pengunjung, terutama sejak dipercantik untuk gelaran Asian Games 2018.

"Kedua, mereka tiga bulan di rumah aja nggak ngapa-ngapain, pengen liat pemandangan, jadi mereka sasarannya pasti yang paling gampang dijangkau di Jakarta, GBK," tambahnya.

Selama masa transisi PSBB, ada dua akses masuk ke GBK yakni pintu 5 dan 10. Masing-masing berada di seberang mal fX dan seberang TVRI. Antrean sempat terjadi di kedua akses masuk tersebut.

"Ketiga, jelas mereka ingin membuktikan bahwa mereka tidak takut apapun, tapi menurut saya skenario kemungkinan paling besar adalah pertama," pungkas dr Tirta.



Simak Video "Epidemiolog UI: Corona Lebih Penting Ketimbang Terlibat Pilkada"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)