Kamis, 18 Jun 2020 05:30 WIB

WHO Anjurkan Lepas Masker Saat Olahraga di Luar, Yakin Bisa Jaga Jarak?

Firdaus Anwar - detikHealth
Akhir pekan kedua PSBB transisi ini, GBK kian ramai dengan warga yang berolahraga. Meski demikian GBK tetap membatasi waktu kunjungan. Anjuran WHO untuk lepas masker saat olahraga dikhawatirkan jadi alasan untuk tidak mematuhi protokol kesehatan di tempat umum. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, semua orang disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah demi mencegah penularan. Namun, sebagian dari kita mungkin merasa tak nyaman bila harus tetap memakai masker ketika berolahraga.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belakangan mengeluarkan pedoman bahwa sebaiknya masker dilepas saat olahraga. Alasannya karena masker bisa mengurangi kemampuan napas dan keringat akan membuat masker cepat basah sehingga mikroorganisme jadi lebih mudah berkembang.

"Orang-orang sebaiknya tidak pakai masker saat olahraga karena bisa mengurangi kemampuan dan kenyamanan bernapas. Keringat juga bisa membuat masker cepat basah sehingga bernapas jadi makin sulit dan mikroorganisme mudah berkembang," tulis akun resmi Instagram WHO dan dikutip pada Rabu (17/6/2020).

[Gambas:Instagram]




Namun WHO mengingatkan bahwa saat berolahraga harus tetap jaga jarak minimal satu meter dengan orang lain. Nah ini masalahnya, ada kalanya kebiasaan nongkrong ramai-ramai sehabis olahraga sulit ditinggalkan. Anjuran WHO untuk tidak pakai masker dikhawatirkan jadi alasan untuk mengabaikan protokol kesehatan.

Antrean pintu masuk GBKAntrean padat untuk masuk area GBK. Pengunjung wajib pakai masker. Foto: Muhammad Anjar Mahardhika

Terkait hal ini, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) pernah menjelaskan bahwa masalah pemakaian masker ini tergantung dari tujuan olahraganya.

Bila hanya sekedar ingin meningkatkan imun tubuh maka olahraga sebaiknya dilakukan dengan intensitas ringan hingga sedang dan dalam kasus ini tidak masalah memakai masker. Sementara itu mereka yang olahraga dengan intensitas berat karena ingin meningkatkan performa, misalnya atlet, memang tidak disarankan memakai masker.

Ahli kedokteran olahraga dr Michael Triangto, SpKO, dari Slim + Health Sports Therapy mengatakan anjuran WHO bukan untuk semua orang. Ia menganjurkan agar orang-orang yang biasa berolahraga santai demi kebugaran tubuh tetap memakai masker.

"Kalau saya bicara untuk orang yang berolahraga untuk sehat, tentunya harus berolahraga intensitas ringan sampai sedang. Artinya tidak sampai berkeringat, tidak sampai masker itu basah karena saya bernapas lewat mulut," kata dr Michael pada detikcom, Rabu (17/6/2020).

Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta sebetulnya telah mengeluarkan aturan protokol kesehatan di fasilitas olahraga. SK Kadispora DKI Jakarta Nomor 91 Tahun 2020 menyebut semua pengguna fasilitas olahraga wajib menggunakan masker.

liga inggris


Simak Video "Olahraga Pakai Masker, Ini Tipsnya Supaya Aman dan Nyaman"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)