Kamis, 18 Mar 2021 09:16 WIB

Penyebab RI Didepak dari All England, Ini Risiko Penularan COVID-19 di Pesawat

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Kevin Sanjaya Sukamuljo, left, and Marcus Fernaldi Gideon of Indonesia play Hiroyuki Endo, right, and Yuta Watanabe of Japan during the Mens Doubles final match at the All England Open Badminton tournament in Birmingham, England, Sunday, March 15, 2020. (AP Photo/Rui Vieira) (Foto: AP/Rui Vieira)
Jakarta -

Tim Indonesia dipaksa keluar dari turnamen All England 2021 gara-gara satu pesawat dengan penumpang positif COVID-19. Sebenarnya, seberapa besar sih risiko penularan virus Corona saat bepergian naik pesawat?

Kecuali untuk keperluan penting dan mendesak, bepergian dengan transportasi umum di masa pandemi memang dihindari. Kontak dengan banyak orang di sepanjang perjalanan disebut meningkatkan risiko penularan.

Tak terkecuali naik pesawat terbang. Protokol sangat ketat biasanya diterapkan untuk mencegah masuknya penumpang yang positif, lalu menularkan virus ke penumpang lainnya. Tes Corona dengan hasil negatif jadi salah satu syarat mutlak sebelum naik pesawat.

Khusus untuk perjalanan naik pesawat, The Centers of Disease Control and Prevention (CDC) menyebut ada beberapa peluang terjadinya penularan virus Corona. Termasuk saat mengantre di pemeriksaan, ketika seseorang harus bertemu dengan banyak orang dan kemungkinan menyentuh benda-benda yang tidak steril.

Di dalam pesawat, sebenarnya virus maupun kuman lainnya tidak mudah menular karena sistem sirkulasi udara sudah didesain sedemikian rupa. Namun sulitnya menerapkan physical distancing dalam penerbangan yang padat, tetap membuka risiko penularan secara langsung antar penumpang.

Tak kalah penting, perjalanan menuju bandara juga bisa menjadi celah penularan. Menggunakan transportasi umum atau sharing kendaraan, juga bisa meningkatkan risiko terpapar virus Corona.

Beberapa tips yang disarankan:

  • hindari kerumunan, jaga jarak sekitar 2 meter
  • selalu pakai masker
  • cuci tangan sesering mungkin
  • hindari berada di sekitar orang sakit atau berisiko.


Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)