Minggu, 01 Agu 2021 10:46 WIB

Saran Dokter Agar Tak 'Jantungan' Saat Nonton Anthony Ginting Vs Chen Long

Rita Puspita Rachmawati - detikHealth
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (kanan) memeluk pelatihnya Hendry Saputra seusai mengalahkan tunggal putra Denmark Anders Antonsen dalam perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Sabtu (31/7/2021). Anthony Sinisuka Ginting berhasil lolos ke semifinal setelah menang 21-18, 15-21, dan 21-18. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Jakarta -

Tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, akan berhadapan dengan pebulutangkis unggulan China, Chen Long, di babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020. Saat menonton pertandingan, jantung penonton biasanya terbawa rasa deg-degan apalagi jika yang bermain adalah jagoannya.

Dokter jantung dari Siloam Hospital Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, menjelaskan, ketika menonton pertandingan olahraga, adrenalin ikut meningkat, sehingga tekanan darah dan detak jantung ikut naik.

Bukan sekadar teori, dr Vito sendiri mengaku beberapa kali menemukan kasus serangan jantung akibat menonton pertandingan olahraga. Umumnya, terjadi saat menonton pertandingan sepakbola.

"Hal ini adalah respons normal. Apalagi jika ada keterikatan emosional dalam pertandingan itu misalnya supporter atau penggemar berat, maka respons tekanan darah dan detak jantung itu makin tinggi," ujar dr Vito kepada detikcom, Minggu (1/8/2021).

Untuk itu, ia memberikan tips bagi para supporter agar tidak terlalu deg-degan saat menonton pertandingan semifinal antara Anthony Ginting vs Chen Long.

Menurutnya, tanamkan pada pikiran kita bahwa juara itu bukan tidak pernah kalah. Tetapi jika seandainya kalah pun suatu saat nanti pasti akan ada kemenangan. Dukunglah para pemain dengan semangat dan mental juara.

Ia menambahkan, cukup jadikan pertandingan sebagai pertandingan yang menghibur. Tidak perlu terlalu 'baper' alias terbawa perasaan, apapun hasil akhirnya.

"Dengan demikian respons hormon adrenalin tidak diperberat dengan respon hormon kortisol atau hormon stres. Sehingga tekanan darah dan detak jantung tidak naik berlebihan. Yang keluar malah respons senang karena terhibur dengan pertandingan yang bagus. Jadi kita relax. Tekanan darah dan detak jantung kembali stabil," ujarnya.



Simak Video "Yuk Belajar CPR, Pertolongan Pertama Henti Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)