Kilas Balik Tren Kebugaran Viral di 2025, Joki Strava hingga 'Demam' Padel

Kaleidoskop 2025

Kilas Balik Tren Kebugaran Viral di 2025, Joki Strava hingga 'Demam' Padel

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Rabu, 03 Des 2025 08:32 WIB
Kilas Balik Tren Kebugaran Viral di 2025, Joki Strava hingga Demam Padel
Padel menjadi salah satu olahraga yang naik daun di tahun 2025 (Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Sepanjang 2025, tren kebugaran di Indonesia berkembang pesat dan diwarnai berbagai fenomena unik. Mulai dari layanan joki Strava yang sempat membuat heboh, hingga olahraga padel yang terus naik daun.

Berikut rangkuman tren kebugaran viral yang ramai dibicarakan tahun ini.

1. Joki Strava, Olahraga kok Diwakilin?

Salah satu tren kebugaran yang membuat heboh di tahun 2025 adalah 'Joki Strava'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jasa ini tentu menjadi solusi bagi mereka yang malas lari tapi pingin statistik larinya di aplikasi Strava kelihatan 'wah'. Pasalnya, mereka tinggal order, dan para 'penjoki' akan berlari menggunakan akun strava milik pelanggan.

"Kalau pace di bawah 5 kena biaya 6-7 ribu/kilometer. Kalau pace di atas 5 kena biaya 5 ribu/kilometer," kata Niko (21), seorang mahasiswa yang menawarkan 'open joki Strava' di media sosial, saat berbincang dengan detikcom.

ADVERTISEMENT

Niko mematok pace maksimal yang bisa dia kerjakan yakni sekitar 4 atau 5 menit/kilometer. Itupun dengan batasan jarak tempuh 5-10 kilometer saja, sedangkan untuk pace 6-8 menit/kilometer bisa sampai 35 kilometer.

"Ada juga joki elevasi gain di atas 1.000 meter bisa di 10 ribu/kilometer karena track-nya bisa di bukit atau bisa saja di gunung," lanjutnya.

2. Fomo Mendadak Marathon

Di tahun 2025 ini, salah satu olahraga yang naik daun adalah lari marathon. Dengan antusiasme yang sangat tinggi, event marathon sangat mudah ditemui di banyak kota di Indonesia, baik itu full marathon, half marathon, 10K, atau 5K.

Mungkin, salah satu alasan mengapa marathon mulai populer adalah saat selebritas Raffi Ahmad mengikuti ajang Tokyo Marathon 2024. Dari sana mulai muncul banyak pehobi lari untuk menjajal kategori full marathon 42,195 km.

Padahal, FOMO (Fear of Missing Out) di marathon bisa menjadi bumerang ke diri sendiri. Berlari tanpa persiapan tentu akan rawan cedera.

Seperti yang dilakukan Fachri (26) karyawan swasta di Jakarta Selatan, dirinya mengaku telah melakukan persiapan matang untuk melakoni 'virgin marathon-nya'.

"Untuk programnya sih aku biasain long run, kaya lebih dari 10 kilo," kata Ai dalam perbincangan dengan detikcom, sesaat setelah finish dengan catatan waktu yang cukup impresif, yakni 4 jam 36 menit.

"Intensitasnya nggak terlalu dipaksa sih, memang listen to your body saja," tutur Ai.

3. Cinlok di Komunitas Olahraga

Masih berkaitan dengan maraknya event lari, komunitas olahraga lari juga makin menjamur, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta. Olahraga kini bukan hanya untuk cari sehat, melainkan juga jadi ajang untuk cari jodoh.

Sebuah laporan menyebut 1 dari 5 Gen Z pernah berkencan di komunitas olahraga.

Aplikasi pelacak aktivitas olahraga Strava baru-baru ini meluncurkan laporan terkait tren-tren yang terjadi di Indonesia, khususnya mereka yang mulai menjalani gaya hidup aktif. Salah satu data yang didapat berdasarkan survei adalah adanya 'cinlok' pada mereka yang tergabung di grup aktivitas kebugaran.

Setidaknya, satu dari lima Gen Z yang disurvei, pernah berkencan dengan seseorang yang mereka kenal di grup aktivitas kebugaran.

4. 'Demam' Padel

Padel merupakan olahraga asal Meksiko. Di tahun 2025, banyak orang mulai 'terpadel-padel', sehingga banyak pebisnis mulai mencari cuan di olahraga ini.

Banyak orang yang menganggap bahwa padel merupakan olahraga 'kalangan atas'. Bagaimana tidak, harga sewa lapangan padel bagi sebagian orang bisa bikin geleng-geleng kepala.

Di Jakarta sendiri, harga sewa lapangan padel bervariasi, ada di angka Rp 250 hingga Rp 500 ribu per jam. Ini biasanya di luar biaya sewa raket dan bola.

Ivan Wijaya, Co-Founder salah satu komunitas padel di Jakarta, 'Rich Padel', mengatakan setiap kali bermain, satu membernya bisa merogoh kocek ratusan ribu untuk patungan.

"Range-nya di Rp 185 sampai Rp 230 ribu. Tergantung (lokasi) lapangan dan game apa yang kami mainin," kata Ivan saat dihubungi detikcom beberapa waktu lalu.

Meskipun bagi sebagian dianggap sebagai olahraga mahal, Ivan menambahkan padel tidak hanya sekadar olahraga. Hal ini yang membuat banyak member masih tetap aktif main, meski harus merogoh kocek yang tak sedikit.


5. Poundfit yang 'Berisik'

Poundfit menjadi olahraga yang cukup populer di tahun 2025. Mengusung konsep yang unik, yakni menggabungkan kardio dan pilates, serta bunyi hentakan ripstix-nya, membuat banyak orang tertarik untuk mencobanya.

Salah satu yang menjadi ciri khas dari poundfit adalah suara-suara 'berisik' yang muncul dari bunyi ripstix saat dipukulkan ke lantai.

Salah seorang instruktur poundfit di Jakarta Andini Fira (25) mengatakan branding dari olahraga ini adalah 'Rockout, Workout' atau dalam kata lain, memang berisik.

"Tapi bukan berisik asal-asal teriak aja ya. Sebenarnya teriak itu untuk menyalurkan emosi. Kayak misalnya 'gue capek kerja, dari poundfit gue bisa teriak nih'," ujar Andini kepada detikcom beberapa waktu lalu.

"Jadi sebenarnya menyalurkan emosi aja sih, itu salah satu cara kami. Jadi kalau dari aku biar seru juga, biar engaging juga. Tapi ya itu nggak asal teriak juga," lanjut dia.

Halaman 2 dari 5
(dpy/up)

Berita Terkait