Di sebuah gang sempit di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, suara tawa anak-anak kerap memecah kesunyian sore. Lebarnya pun tak sampai dua meter. Namun, ini sudah cukup untuk menampung mimpi-mimpi yang besar.
Bagi sekelompok bocah yang tergabung di 'Indosalto', gang ini bukan sekadar jalan penghubung, melainkan arena latihan akrobatik untuk meraih cita-cita.
Karlina (13) atau yang lebih akrab disapa Acil tanpa ragu mengatakan keterbatasan bukan menjadi penghalang dirinya dan teman-teman untuk meraih mimpi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acil tidak berlatih menggunakan alas matras profesional atau di gedung latihan mewah. Urusan fasilitas, mungkin mereka kalah. Namun soal semangat dan keberanian, Acil dan kawan-kawan tak mundur satu langkah pun.
"Aku juara tricking battle tiga kali, sama kejuaraan kick boxing nasional, dapat perak dua," kata Acil saat ditemui di Jakarta Utara, Kamis (15/1/2026).
Acil mulai menggeluti dunia akrobatik ini sejak tahun 2023 silam. Berawal dari film dan melihat tetangganya berlatih akrobatik, Acil mulai jatuh cinta dengan seni olahraga ini.
"Nyoba terus tertarik. Kak Yoga kan ngajarin salto 'wah kayak di film-film nih' terus aku ikutan," kata Acil.
Sosok yang dimaksud Acil di atas adalah Yoga Ardian, seorang coach di Indosalto. Dengan basic seni bela diri capoeira, disertai keahlian di dunia akrobatik, Yoga mulai memberi 'les' gratis kepada anak-anak di kampungnya.
"Indosalto dibuat pas masa korona. Saya seneng latihan di rumah dan membuat beberapa konten, hingga ada beberapa anak Karlina (Acil) dan temen-temennya tertarik," kata Yoga.
Semangat Tak Kendor Meski Alat Seadanya
Pemilihan lokasi di gang sempit bukan tanpa alasan, Yoga mengaku dirinya dan anak-anak sempat mendapat penolakan ketika berlatih di halaman rumah susun yang ada di dekat kediamannya.
"Jadi karena di mana-mana diusir, yaudahlah latihan di depan rumah aja lah lebih aman. Mungkin ada penolakan, tapi dari warga sini lama-lama sudah terbiasa," kata Yoga.
Meskipun bukan tempat yang boleh dibilang layak, dengan alat-alat latihan yang sederhana, Yoga mengatakan bahwa ini tak mengendorkan semangat anak-anak.
Yoga juga bersyukur belakangan Indosalto mendapatkan atensi yang luar biasa dari banyak pihak. Bahkan, dari Federasi Gymnastics Indonesia.
"Daripada mereka main jauh, dan terlibat kayak tawuran. Karena di sini rentan banget yang nge-tren itu tawuran itu nomor satu," katanya.
Tak sekadar latihan biasa, Yoga juga memiliki program-program yang harus 'ditelan' oleh para anak-anak, sehingga bisa menambah modal mereka ke depannya jika ingin serius menggeluti dunia akrobatik ini.











































