Banyak Smartwatch Punya Fitur Cek EKG, Sejauh Mana Bisa Diandalkan?

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Senin, 02 Feb 2026 08:19 WIB
Foto: Getty Images/Zorica Nastasic
Jakarta -

Smartwatch kini tak cuma dipakai buat menghitung langkah, memantau tidur, atau melihat waktu. Beberapa model terbaru sudah dibekali fitur canggih cek elektrokardiogram (EKG) yang diklaim bisa membaca dan menginterpretasikan irama jantung hanya lewat sentuhan jari.

Monitoring secara real time ini buat sebagian orang memang memudahkan untuk melihat kondisi jantung. Dibandingkan harus ke RS untuk cek EKG dengan alat yang sesuai standar medis, pakai jam tangan tentu lebih praktis dan bisa dilakukan setiap saat.

Spesialis jantung dan pembuluh darah dr Dian Larasati, SpJP(K) FIHA FSCAI dari BraveHeart RS Brawijaya Saharjo mengingatkan, fitur semacam ini boleh-boleh saja dimanfaatkan. Namun untuk mendapatkan interpretasi yang lebih akurat, maka tetap disarankan untuk periksa ke dokter jantung.

"Dibandingkan dengan EKG yang alat medis, mereka (smartwatch) punya keterbatasan. Terutama dalam hal menginterpretasi hasil," kata dr Dian, yang merupakan seorang konsultan pencitraan kardiovaskular, saat berbincang dengan detikcom, Kamis (29/1/2026).

"Beberapa smartwatch yang saya tahu biasanya cuman membedakan antara EKG normal atau EKG irama tidak beraturan, contohnya atrial fibrilasi (aFib)," sambungnya.

Keterbatasan ini, lanjut dr Dian membuat hasilnya tidak bisa membedakan jenis-jenis gangguan irama jantung. Karena jam tersebut umumnya hanya memiliki satu sadapan (lead), sementara pemeriksaan standar memiliki 12 sadapan.

"Misalnya orang ingin tahu apakah ini serangan jantung atau bukan, tentu saja nggak bisa dilakukan dengan smartwatch," kata dr Dian.




(dpy/up)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork