Serunya Nonton Timnas Bareng Dua Teman Netra di GBK

Serunya Nonton Timnas Bareng Dua Teman Netra di GBK

detikHealth
Rabu, 01 Apr 2026 16:06 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Sadar Belajar Indonesia dan difabel netra menonton timnas Indonesia
Foto: Tangkapan layar @sadar.belajar sudah atas izin
Jakarta -

Aksi memukai para pemain, gemuruh sorak penonton, hingga bendera-bendera unik yang dibawa penonton menjadi pengalaman khas ketika seseorang menonton laga di stadion. Tapi, bagi penyandang disabilitas netra, bagaimana menikmati atmosfer tersebut?

Apakah detikers kemarin sempat melihat di Instagram serunya anak-anak difabel netra merasakan atmosfer FIFA Series 2026 di Stadion GBK? Kalau iya, konten ini dibuat oleh Sadar Belajar Indonesia.

Ketua Sadar Belajar Indonesia, Fani (23) mengatakan bahwa para difabel netra masih bisa kok untuk menikmati serunya laga sepakbola langsung di stadion. Tentunya melalui bantuan dari para 'teman bisik'.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka mengandalkannya suara sama perabaan, indra selain visual," kata Fani saat berbincang dengan detikcom, Selasa (31/3/2026)

Seperti konten dari Sadar Belajar yang viral kemarin saat dua anak difabel netra menonton serunya laga timnas Indonesia vs Saint Kitts & Nevis. Bekerjasama dengan Wallpass, mereka bisa merasakan langsung gemuruh di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

ADVERTISEMENT

Tantangan 'Teman Bisik' di Tribun

Sebelumnya, Sadar Belajar yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta ini juga aktif membawa anak-anak difabel netra untuk melihat pertandingan sepakbola lokal, yakni PSS Sleman.

Meskipun terlihat seru, tetap ada tantangan-tantangan tersendiri bagi para teman bisik yang memberikan informasi pertandingan kepada anak-anak netra.

"Tantangannya ini sih, bagaimana kita menjelaskan, mendeskripsikan apa yang kami lihat sebagai pendamping awas ya, teman bisik. Itu kan harus real time ya pergerakan, itu kan juga cepat ya," kata Fani.

Dok. Sadar Belajar IndonesiaSadar Belajar Indonesia bersama dua difabel netra di Stadion GBK (Foto: Dok. Sadar Belajar Indonesia)



"Gimana kita menjelaskannya dengan cepat, dan itu kan koordinasi mata sama tangan banget. Apa yang kami lihat sama tangan yang akan kami gerakkan, belum juga apa yang harus kami ucapkan," sambungnya.

Fani mengakui terkait fasilitas stadion, terutama GBK masih belum ramah untuk para difabel netra, sehingga ini perlu menjadi perhatian pihak terkait.

Sadar Belajar Indonesia sendiri didirikan sejak tahun 2020 dengan nama awal 'Sanggar Belajar Sadar'. Di tahun 2024 kemarin, Sadar Belajar Indonesia sudah mendapatkan legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM.

Program-program di Sadar Belajar sendiri beragam, mulai dari pendampingan belajar daring, belajar membaca braille, hingga outing class seperti ke museum dan mencoba transportasi umum.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads