Menyoal Air Mata di Balik Gagalnya Italia ke Piala Dunia 2026

Menyoal Air Mata di Balik Gagalnya Italia ke Piala Dunia 2026

detikHealth
Rabu, 01 Apr 2026 13:05 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
ZENICA, BOSNIA AND HERZEGOVINA - MARCH 31:  Players of Italy reacts at the end of the FIFA World Cup 2026 European Qualifiers KO play-offs  match between Bosnia & Herzegovina and Italy at Stadion Bilino Polje on March 31, 2026 in Zenica, Bosnia and H
Foto: FIGC via Getty Images/Claudio Villa - FIGC
Jakarta -

Timnas Italia gagal tampil di Piala Dunia 2026 setelah kandas di babak adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina. Gli Azzurri harus absen tiga kali beruntun di event sepakbola paling besar tersebut.

Laga Bosnia dan Herzegovina vs Italia berlangsung di Bilino Polje, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB. Pertandingan berakhir 1-1, bahkan sampai tambahan waktu 2x15 menit.

Air Mata Pemain Italia

Air mata Donnarumma cs langsung jatuh ketika eksekutor keempat Bosnia berhasil menceploskan bola dari titik 12 pas. Tapi, pernah gak bertanya mengapa seseorang cenderung menangis ketika kecewa dan sedih?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari laman University of Miami, air mata bisa disebabkan oleh kebahagiaan atau kesedihan karena rasa sakit atau bahkan kelegaan.

Para ahli mengatakan bahwa ada tiga jenis air mata: air mata basal yang melapisi mata kita dan menjaganya tetap lembap dan sehat, air mata emosional yang dipicu oleh perasaan yang kuat, dan air mata refleks yang keluar karena iritasi termasuk paparan bahan kimia.

ADVERTISEMENT

Dokter spesialis mata dr Claudia Arroyave mengatakan bahwa menangis adalah kondisi normal bagi manusia.

"Menangis pada dasarnya adalah respons fisiologis yang dipicu oleh berbagai rangsangan emosional, fisik, dan lingkungan," kata dr Claudia.

Mengapa Orang Menangis ketika Sedih?

Di kasus kegagalan timnas Italia, mengapa para pemain menangis usai kegagalan?

Ini merupakan respons emosional yakni kesedihan, duka cita, hingga frustrasi. Air mata dihasilkan sebagai respons terhadap perasaan yang meningkat, dan tindakan menangis dapat berfungsi sebagai pelepasan katarsis, membantu meredakan ketegangan.

Menangis di momen kecewa tersebut juga bisa diartikan sebagai cara pemain untuk meredakan stres yang dialami.

Menangis terbukti dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatik, yang membantu melawan efek sistem saraf simpatik, yang bertanggung jawab atas respons "fight or flight" tubuh. Hal ini dapat membantu mengurangi perasaan stres dan meningkatkan relaksasi.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads