Seorang guru di Bojonegoro, Jawa Timur bernama Ahmad Zaki Febiansyah (34) viral setelah memilih cara tak biasa untuk berangkat kerja, yakni berlari sejauh 4 kilometer ke sekolah.
Bukan tanpa alasan, guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMPN 1 Kasiman Bojonegoro ini mengaku bahwa aksinya dilakukan sebagai upaya menghemat BBM serta menjaga kebugaran.
Menariknya, Ahmad Zaki termasuk pelari yang cepat. Jarak 4 km tersebut ia tempuh hanya dengan waktu 15 menit, atau dengan rata-rata pace 3,7 menit/km.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bentuk efisiensi BBM yang belakangan dihantui kelangkaan, Zaki mengatakan aksinya juga sebagai contoh gaya hidup sehat kepada rekannya, terutama para siswa.
"Hari ini, mulai tanggal Senin 30 Maret, Pemkab Bojonegoro menerapkan semua ASN apabila yang rumahnya kurang lebih 7 km, berangkat menggunakan sepeda atau bike to work," kata Zaki, dikutip dari 20detik, Kamis (2/4/2026),
"Tapi hari ini saya akan berlari ya, dari SMPN 1 Padangan menuju ke SMPN 1 Kasiman. Jadi bukan bike to work, tapi run to work," sambungnya.
Dikutip dari laman Pemkab Bojonegoro, pemerintah setempat resmi menerbitkan kebijakan strategis terkait penguatan gaya hidup aktif dan efisiensi anggaran bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Melalui Surat Edaran Nomor: 065/132/412.032/2026, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyebutkan pelaksanaan program Bike to Work (B2W) atau bersepeda ke kantor yang akan dimulai pada Senin, 30 Maret 2026.
Kebijakan ini diambil sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia mengenai efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM), efisiensi perjalanan dinas, serta upaya menekan emisi karbon di lingkungan kerja.
Selain itu, Pemkab Bojonegoro juga mengimplementasikan gerakan diet plastik dan efisiensi konsumsi. Dalam hal ini memperketat aturan konsumsi rapat guna mengurangi sampah plastik dan melakukan efisiensi anggaran, meliputi:
- Wajib Tumbler: Seluruh pegawai wajib membawa botol minum pribadi. Perangkat daerah dilarang menyediakan minuman kemasan sekali pakai dalam rapat.
- Sederhanakan Konsumsi: Konsumsi rapat dibatasi hanya 1-2 jenis snack tanpa penyediaan makan siang.
- Fasilitas Galon: Penyelenggara rapat wajib menyediakan dispenser/galon sebagai sarana pengisian ulang air minum yang higienis.











































