Di usia yang akan menginjak 39 tahun pada Juni nanti, Lionel Messi memiliki ambisi untuk mencetak 1.000 gol. Sejauh ini, La Pulga sudah menorehkan 902 gol bersama klub dan timnas.
Ambisi ini didukung oleh Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni yang optimisi bahwa Messi mampu menorehkan 1.000 gol dalam mengakhiri karier. Scaloni menyebut Messi memiliki kapasitas untuk mencapai angka tersebut.
Saat ini, hanya Cristiano Ronaldo yang memiliki jumlah gol lebih banyak darinya, yakni 965. Bomber asal Portugal tersebut sudah berusia 41 tahun dan kontraknya di Al Nassr tersisa sampai 2027.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Messi dan Ahli Nutrisi dari Italia
Jika dibandingkan CR7, Messi memang tak terlihat seperti atlet hasil latihan gym. Namun, ia tetap dikenal sebagai salah satu atlet elit yang ketat dalam menjaga kebugarannya.
Dikutip dari Times of India, Messi mulai menjaga apa-apa saja yang ia konsumsi. Mungkin, di awal kariernya, ia bisa makan apa saja seperti camilan manis, soda, hingga pizza. Namun, makanan ini memberikan efek kurang baik pada tubuhnya.
Sekitar tahun 2014, Messi mulai bekerja sama dengan ahli nutrisi asal Italia bernama Giuliano Poser. Tujuannya adalah mengurangi peradangan dan membantu memulihkan otot lebih cepat.
Pola makan Messi tidak mewah, tapi tetap terkontrol. Pendekatan dari Poser berfokus pada air, minyak zaitun, biji-bijian utuh, buah, dan sayuran. Kacang-kacangan juga memainkan peran penting.
Messi menghindari gula, tepung olahan, karbohindrat olahan, soda, dan makanan cepat saji. Bahkan, Poser pernah menggambarkan bahwa gula merupakan hal paling berbahaya bagi otot. Protein untuk Messi berasal dari ikan, ayam, dan minuman protein.
Sepuluh hari sebelum pertandingan, Messi akan menyesuaikan pola makannya. Seperti mengurangi karbohidrat dan mengandalkan minuman protein setiap pagi.
Lima hari sebelum pertandingan, mulai ditambahkan rempah-rempah di makanannya seperti kunyit, jahe, dan ketumbar. Bahan ini dikenal dapat mendukung sirkulasi dan pemulihan.
Latihan Fleksibilitas
Semenjak di Barcelona, Messi dilaporkan melakukan latihan peregangan khusus selama satu jam setiap hari sebelum latihan. Fokus ini menjaga otot tetap fleksibel dan menurunkan risiko cedera.
Selama latihan di gym, Messi menghindari latihan angkat beban berat dan menggantinya dengan beban ringan dan gerakan memakai bobot tubuh sendiri seperti squat, lunge, glute bridge, dan latihan core untuk membangun stabilitas.
Selain itu, Messi juga berlatih kecepatan dan kelincahan dengan sprint jarak pendek, lompatan dengan rintangan, dan latihan akselerasi. Memang Messi bukan menjadi yang tercepat, tapi ia termasuk yang paling lincah.











































