Resep Baru Jaga Kebugaran di Balik Performa Impresif King MU

Resep Baru Jaga Kebugaran di Balik Performa Impresif King MU

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Senin, 02 Mar 2026 13:34 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MARCH 1: Benjamin Sesko of Manchester Utd celebrates with Bruno Fernandes after he scored for 2-1
 during the Premier League match between Manchester United and Crystal Palace at Old Trafford on March 1, 2026 in Manchester, Uni
Foto: CameraSport via Getty Images/Shaun Brooks - CameraSport
Jakarta -

Manajer Manchester United Michael Carrick lagi-lagi bawa Setan Merah meraih tiga poin. Kali ini, Sesko dan kawan-kawan sukses menggasak Crystal Palace dengan skor 2-1.

Sempat tertinggal lebih dulu, MU berhasil comeback lewat gol penalti Bruno dan tandukan Sesko di babak kedua. Satu yang menjadi kunci penampilan impresif MU adalah fitness level atau kebugaran mereka dijaga dengan baik.

Cara Carrick Jaga Kebugaran Tim

Sejak Carrick ditunjuk sebagai manajer interim, sejumlah perubahan di tim telah dilakukannya termasuk menghapus kebijakan latihan sehari setelah pertandingan, mulai membuahkan hasil positif bagi Setan Merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Mirror UK, salah satu perubahan mencolok adalah dihapusnya kewajiban latihan sehari setelah pertandingan. Kebijakan ini sebelumnya diterapkan Amorim dan Erik ten Hag.

Kini, Carrick memberi pemain waktu istirahat dalam 24 jam setelah laga, sementara sesi pemulihan dijadwalkan dua hari setelah pertandingan.

ADVERTISEMENT

Manfaat Recovery Optimal

Setelah pertandingan otot-otot tubuh akan mengalami 'stres', sehingga istirahat dan pemulihan sangat penting bagi atlet, terlebih mereka yang berada di level kompetisi elit.

"Pemulihan adalah tentang kembali ke kondisi awal dan memaksimalkan tidak hanya performa tetapi juga kesehatan kita," kata Jessica Yeaton, seorang terapis fisik di UCHealth SportsMed Clinic di Steamboat Springs.

Latihan fisik memberi tekanan pada tubuh dalam berbagai cara, tetapi itu bukanlah satu-satunya tekanan yang dihadapi atlet. Pekerjaan, sekolah, hubungan, dan kesibukan kehidupan modern dapat memperburuk stres, yang memiliki serangkaian efek pada tubuh.

Jika terus berada dalam kondisi stres dalam waktu yang cukup lama, akan ada dampak negatif pada kesehatan.

"Jika Anda berolahraga dan beraktivitas dalam kondisi stres dan kadar kortisol tinggi sepanjang waktu, Anda tidak akan kembali ke kondisi istirahat dan pencernaan, dan tubuh Anda tidak mampu menyembuhkan diri," kata Yeaton.

"Hal itu berdampak pada cedera, penyakit, produksi kekuatan, semuanya," sambungnya.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads