Menyoal 'Sprint Kilat' Benjamin Sesko, Kenapa Bisa Sekencang Itu?

Menyoal 'Sprint Kilat' Benjamin Sesko, Kenapa Bisa Sekencang Itu?

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 24 Feb 2026 14:04 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - FEBRUARY 23: Benjamin Sesko of Manchester United celebrates their goal to make it 0-1 during the Premier League match between Everton and Manchester United at Hill Dickinson Stadium on February 23, 2026 in Liverpool, England. (Ph
Benjamin Sesko (Foto: Getty Images/MB Media)
Jakarta -

Benjamin Sesko kembali menjadi juru selamat Manchester United (MU) di kandang Everton. Gol tunggalnya ke gawang The Toffees, bikin fans MU full senyum.

Satu yang menjadi sorotan selain insting membunuh di kotak penalti dari Sesko, adalah kemampuan berlarinya yang sangat kencang. Bahkan, bek Everton, James Tarkowski yang notabene unggul start, mampu dipecundangi striker asal Slovenia tersebut.

Menjadi sorotan warganet, mengapa Sesko bisa berlari secepat itu?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Live Science, postur tubuh tinggi dari Sesko berperan vital terhadap kecepatan berlarinya. Dan, ini telah dibuktikan oleh Jordan Charles, seorang lulusan teknik dari Duke University dalam Journal of Experimental Biology.

Sebagai informasi, tinggi Sesko ada di angka 195 cm, yang membuatnya menjadi salah satu striker Liga Inggris paling jangkung.

ADVERTISEMENT

Diketahui, untuk bergerak, manusia perlu mengatasi dua gaya, yaitu gravitasi dan gesekan. Pertama, seorang atlet perlu mengangkat kakinya dari tanah atau menjaga tubuhnya tetap di permukaan air tanpa tenggelam. Kedua, hambatan udara bagi pelari dan hambatan air bagi perenang akan membatasi kecepatan.

Dengan membandingkan tinggi badan dengan 'lebar' atau bobot atlet yang telah dihitung, kelangsingan adalah ukuran massa yang tersebar di kerangka tubuh yang panjang. Atlet yang dapat membangun lebih banyak massa otot di atas kerangka tubuh yang aerodinamis akan memiliki keunggulan, salah satunya di kecepatan.

"Tren yang terungkap dari analisis kami menunjukkan bahwa rekor kecepatan akan terus didominasi oleh atlet yang lebih berat dan lebih tinggi," kata Charles.

"Kami percaya bahwa ini disebabkan oleh aturan konstruksi gerak hewan dan bukan karena peningkatan ukuran rata-rata manusia saat ini," sambungnya.




(dpy/up)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads