MU Kalah Bikin Bad Mood di Kantor, Kok Ngaruh? Ini Penjelasan Medisnya

Inspirasi Sehat

MU Kalah Bikin Bad Mood di Kantor, Kok Ngaruh? Ini Penjelasan Medisnya

detikHealth
Selasa, 14 Apr 2026 10:04 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
MANCHESTER, ENGLAND - APRIL 13: Casemiro of Manchester United looks dejected at half-time during the Premier League match between Manchester United and Leeds United at Old Trafford on April 13, 2026 in Manchester, England. (Photo by Carl Recine/Getty
Foto: Carl Recine/Getty Images
Jakarta -

Manchester United kalah 1-2 di Old Trafford dari Leeds United dalam lanjutan Liga Inggris. Padahal, Setan Merah sudah dapat 'libur' hampir satu bulan.

MU vs Leeds berlangsung di Old Trafford pada laga lanjutan Liga Inggris, Selasa (14/4/2026). Hasil ini tidak mengubah klasemen, MU tetap di peringkat 3 dengan raihan 55 poin.

Gol-gol pada laga tersebut diciptakan oleh Noah Okafor di menit ke-5 dan 29, sementara Casemiro memperkecil kedudukan di menit ke-69. MU juga tampil pincang usai Lisandro Martinez diganjar kartu merah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Uring-uringan MU Kalah

Kekalahan Manchester United dari Leeds United bukan cuma soal skor di lapangan. Buat banyak fans, efeknya bisa kebawa sampai ke kantor: jadi bad mood, males ngobrol, bahkan kerjaan terasa lebih berat dari biasanya.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Cleveland Clinic, menjadi kesal saat tim favorit kalah adalah masalah umum banyak orang. Menurut psikolog Adam Borland, PsyD hal ini bisa terjadi karena adanya ikatan kebersamaan yang kuat.

"Itulah rasa kebersamaan, rasa memiliki. Anda berkumpul di antara orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat, tetapi Anda memiliki pengalaman bersama bahwa Anda semua mendukung tim yang sama. Dan itu bisa sangat mengasyikkan. Itu juga bisa menyebabkan gejolak emosi yang luar biasa," kata Borland.

Namun, Borland mengingatkan bahwa sekecewa apapun dengan tim kesayangan, tetap harus ada batasan terhadap orang-orang di sekitar. Maksudnya, jangan sampai emosi tersebut justru memperlakukan orang lain secara berbeda.

"Lain kali Anda merasa kesal, istirahatlah sejenak dari permainan. Perubahan suasana dapat membantu," tutupnya.




(dpy/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads