Resmi Diterapkan di Piala Dunia, Sejak Kapan Ada 'Hydration Break' di Sepakbola?

Hydration Break

Resmi Diterapkan di Piala Dunia, Sejak Kapan Ada 'Hydration Break' di Sepakbola?

detikHealth
Selasa, 16 Jun 2026 09:03 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Sport bottles of fresh water energy drink on football rugby field grass
Hydration break dalam sepakbola. Foto: Getty Images/zoff-photo
Jakarta -

Hydration break atau jeda minum di Piala Dunia 2026 sebenarnya bukanlah hal baru. Sejarah mencatat bahwa hydration break resmi pertama dalam sejarah Piala Dunia terjadi pada tahun 2014 di Brasil.

Aturan ini juga sebagai langkah evaluasi FIFA selama pelaksanaan Piala Dunia Antarklub musim panas lalu di Amerika Serikat. Para pemain dan pelatih Chelsea mengaku kesulitan bermain di kondisi cuaca panas.

Di Piala Dunia 2026, FIFA mengumumkan pada bulan Desember bahwa semua 104 pertandingan Piala Dunia akan dihentikan sementara selama tiga menit untuk 'istirahat minum' di tengah setiap babak, atau di menit ke-22 dan ke-65.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Berawal dari Brasil

Dikutip dari Forbes, jeda minum ini secara tidak resmi dilakukan pada Piala Dunia 2024, selama pertandingan babak penyisihan grup yang sangat panas dan lembap antara Amerika Serikat dan Portugal di Manaus, Brasil.

Karena dianggap membantu, akhirnya jeda minum resmi pertama terjadi di turnamen yang sama, di Fortaleza, Brasil. Ini terjadi selama pertandingan babak 16 besar antara Belanda dan Meksiko. Suhu mencapai 39°C (102°F) kala itu.

Sebelum turnamen dimulai, sebuah pengadilan ketenagakerjaan di Brasil mengeluarkan perintah hukum yang mewajibkan FIFA menerapkan jeda minum jika suhu indeks Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT) mencapai atau melebihi 32°C. FIFA akhirnya mematuhi aturan tersebut demi keselamatan pemain.

Berbeda dengan termometer biasa, Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT) adalah indeks suhu komposit yang menghitung kombinasi dari suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, hingga intensitas radiasi matahari langsung.

Keputusan ini bertujuan untuk mengurangi risiko para pemain terkena heatstroke, sehingga dapat membahayakan tubuh, serta merusak sisi sportainment dalam sepakbola jika mereka tidak bisa main maksimal.

Polemik Hidration Break

Wasit akan meniup peluit untuk menghentikan pertandingan pada menit ke-22 setiap babak untuk memberi kesempatan pemain minum. Setelah tiga menit, peluit kedua dari wasit akan menandai berakhirnya waktu istirahat minum dan pertandingan akan dilanjutkan.

Aturan jeda minum ini tidak lahir dalam semalam, melainkan melalui proses perdebatan panjang antara aspek bisnis hiburan (karena menghentikan pertandingan berarti memotong siaran TV) melawan aspek keselamatan medis pemain.

Beberapa stasiun televisi memotong siaran saat pemain ambil jeda untuk minum dan mendengarkan instruksi dan menggantinya dengan siaran iklan. Tentu, ini membuat banyak penonton marah karena dianggap 'memotong' keseruan.

Selain itu, beberapa pihak juga menganggap bahwa jeda minum ini seperti 'membagi' laga menjadi empat kuarter, sehingga dianggap dapat merusak ritme pertandingan.

Di sisi olahraga, pelatih memanfaatkan waktu istirahat ini untuk memberikan instruksi taktis mendalam, layaknya timeout di bola basket atau American football.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video Ayah Messi Membaik, Keluarga: Kesehatan Orang Gak Boleh Jadi Spekulasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/up)
Hydration Break di Piala Dunia
7 Konten
Hydration break menjadi aturan baru yang unik di Piala Dunia 2026. Di tiap babak, wasit akan menghentikan laga selama 3 menit untuk memberi kesempatan para pemain beristirahat dan menenggak minuman.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads