Ginjal Kolaps saat Marathon, Mungkinkah Efek Dehidrasi? Ini Kata Dokter

Ginjal Kolaps saat Marathon, Mungkinkah Efek Dehidrasi? Ini Kata Dokter

detikHealth
Minggu, 21 Jun 2026 13:04 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
dehidrasi
Efek dehidrasi saat marathon. Foto: Getty Images/GAPS
Jakarta -

Di dalam dunia lari marathon, pelari 'kolaps' seringkali disebabkan karena masalah jantung atau kardiovaskular. Namun, tak banyak yang tahu bahwa organ lain yang juga bisa tumbang akibat aktivitas fisik yang terlampau ekstrem, yakni ginjal.

Salah satu pemicu ginjal kolaps saat marathon adalah kondisi bernaman rhabdomyolysis (rabdomiolisis), yaitu kondisi kerusakan jaringan otot. Kerusakan ini melepaskan komponen serat otot (seperti protein mioglobin dan elektrolit) ke dalam aliran darah, yang berisiko tinggi memicu gagal ginjal akut dan gangguan irama jantung.

"Exhausted akibat latihan berlebihan, seperti lari marathon dapat menyebabkan pecahnya sel-sel otot, sehingga menyebabkan rhabdomiolysis yang mengakibatkan gangguan ginjal akut," kata dokter spesialis penyakit dalam dr Jonny, SpPD-KGH, MKes, MM, DCN, FINASIM kepada detikcom saat dihubungi, Sabtu (20/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apabila penanganannya kurang cepat, gangguan ginjal akut yang terjadi dapat mencapai stadium 3 yang memerlukan tindakan dialisis," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Apa Pemicunya?

Dihubungi terpisah, dokter spesialis penyakit dalam dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH mengatakan ada beberapa faktor yang mungkin memicu seseorang mengalami rhabdomyolysis, yakni terkait pemanasan dan kekurangan cairan.

"Salah satu penyebabnya sebenarnya kalau pemanasannya itu tidak gradual ya atau mungkin dia merasa bahwa sudah biasa, dia langsung tancap gitu. Bisa dihindari dengan pemanasan yang gradual misalnya," kata dr Tunggul.

"Salah satu faktor (kekurangan cairan) tapi bukan itu utamanya. Tapi kalau itu dehidrasi, dehidrasi sendiri bisa menjadi Acute Kidney Injury (AKI) kan. Jadi gangguan gagal ginjal akut, jadi bisa memperberat, bisa mencetuskan," sambungnya.

dr Tunggul menambahkan, 'ginjal kolaps' ini juga bisa diperparah dengan kondisi cuaca yang panas, sehingga seseorang rawan terkena heatstroke.

Berbicara mengenai rhabdomyolysis, dr Tunggul mengatakan kondisi ini akan terjadi jika seseorang memaksakan tubuhnya atau Push The Limit tanpa menghitung risiko.

Penting juga untuk mengetahui terkait tanda-tanda yang muncul di tubuh sebelum kerusakan ginjal ini datang. Seperti jangan meremehkan rasa capek yang akut di tubuh.

"Dia kelelahan (akut, red). Dipaksakan kok itu, dia udah merasa lelah, sudah itu dipaksakan sama dia," kata dr Tunggul.

dr Tunggul menambahkan kondisi ini bisa menjadi Acute Kidney Injury (AKI) jika terlambat atau tidak ditangani dengan baik. Tanda-tandanya bisa dilihat dari warna urine.

"Acute Kidney Injury artinya mendadak. Bisa terlihat kencingnya misalnya menjadi, proteinnya banyak (tercampur) kemudian kegelapan warna kencingnya," katanya.

"Karena memang mioglobin itu, pecahan protein dari otot. Nah kalau ini cepat ditangani, sebenarnya reversible itu," lanjutnya.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Ancaman Rhabdomyolisis di Balik Tren Lari
7 Konten
Kerusakan sel-sel otot akibat aktivitas fisik yang ekstrem juga bisa dialami oleh pelari marathon ketika memaksakan tubuh melebihi batas-batas kemampuannya. Dokter mengingatkan risiko Rhabdomyolisis, yang dampaknya bikin ginjal bisa kolaps.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads