Jalan Terjal Messi di Sepakbola, Patah Fibula hingga Suntikan Hormon saat Muda

Inspirasi Sehat

Jalan Terjal Messi di Sepakbola, Patah Fibula hingga Suntikan Hormon saat Muda

detikHealth
Rabu, 08 Jul 2026 10:06 WIB
Devandra Abi Prasetyo
Ditulis oleh:
Devandra Abi Prasetyo
Lulusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fans Manchester United yang juga eks pesepakbola semi-profesional. Banyak menulis soal olahraga dari sudut pandang hidup sehat.
Lionel Andres Messi (Argentina)  with post game celebration during Round of 16 FIFA World Cup 2026, Argentina and Egypt, Atlanta Stadium, Atlanta, United States on July 07  2026. (Photo by Ulrik Pedersen/NurPhoto via Getty Images)
Lionel Messi usai memastikan Argentina lolos ke babak 8 Besar. (Foto: Ulrik Pedersen/NurPhoto via Getty Images)
Jakarta -

Lionel Messi kerap digambarkan sebagai 'kesempurnaan' di atas lapangan hijau. Delapan kali sabet penghargaan Ballon d'Or, trofi Piala Dunia, hingga gelar-gelar di level klub membuat cerita La Pulga bak naskah film dongeng.

Namun, di balik aksi magis gocekan Messi, ada cerita kelam yang mungkin jarang tersorot media. La Pulga muda sempat mengalami patah tulang kaki kiri, tepatnya di bagian fibula.

Bakat magis Messi tidak lahir dari kenyamanan, melainkan ditempa lewat rasa sakit fisik dan vonis medis yang bisa dikatakan mengerikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Patah Tulang Kaki di Usia Muda

Dikutip dari The Athletic, Messi muda saat berusia sekitar 15 tahun, setelah bentrok dengan lawan, ia mengalami patah kaki; patah tulang fibula di kaki kirinya.

ADVERTISEMENT

Kejadian ini terjadi pada 7 Maret 2001 saat Messi melakukan pertandingan persahabatan di akademi La Masia. Messi harus kembali ke Argentina untuk proses penyembuhan.

Di musim berikutnya yakni 2001/2002, ia kembali ke Barcelona, Messi harus berjuang lebih keras untuk mendapatkan tempat di tim Infantil A (U-14).

Setelah momen itu, Messi juga harus beberapa kali menepi karena cedera parah, mulai darah cedera paha, patah tulang metatarsal kaki, patah tulang lengan, cedera betis, hingga robek otot.

Perjuangan Melawan Kelainan Hormon

Messi kecil juga didiagnosis punya kelainan pada hormon pertumbuhannya yang bernama growth hormone deficiency (GHD).

Masalah tersebut menghambat pertumbuhan tubuh Messi. Pada usia 11 tahun, ia punya badan yang jauh lebih kecil daripada anak-anak seumurannya.

"Saya menyuntik kaki saya setiap malam. Saya memulainya di usia 12 tahun. Itu tidak mengesankan buat saya," Messi mengatakan kepada America TV seperti dikutip Daily Mail.

"Awalnya orang tua saya memberi suntikan ketika saya delapan tahun sampai saya belajar. Jarumnya kecil. Tidak terasa sakit, itu adalah hal rutin yang harus saya lakukan dan biasa buat saya," lanjutnya.

Pengobatan yang harus dijalani Messi membuat keluarganya harus mengeluarkan dana yang tak sedikit. Kabarnya, orang tua Messi harus membayar 1.000 pound per bulan untuk terapi.

Hingga pada akhirnya Barcelona datang memberikan tawaran kepada Messi untuk bergabung dengan La Masia pada 2001. Klub raksasa Catalan itu juga bersedia membiayai seluruh perawatan medis Messi.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Ayah Messi Membaik, Keluarga: Kesehatan Orang Gak Boleh Jadi Spekulasi"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads