Jalan Kaki Singkat Tapi Sering Vs Sekalian Lama, Mana yang Lebih Bikin Panjang Umur?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Senin, 13 Jul 2026 09:01 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/Michele Pevide
Jakarta -

Selama ini banyak orang mengira bahwa sering jalan kaki dalam durasi singkat sudah cukup untuk menjaga kesehatan. Ternyata riset terbaru mengungkap fakta yang berbeda.

Sebuah studi yang dipublikasikan menunjukkan bahwa menyisihkan waktu khusus untuk jalan kaki selama 10 hingga 15 menit dalam satu sesi, ternyata jauh lebih efektif untuk kesehatan jantung dan bikin panjang umur. Lantas, mengapa jalan kaki dengan durasi lebih lama ini dinilai lebih ampuh?

Peneliti sekaligus penulis utama studi, Prof Borja del Pozo Cruz, PhD, dari Universidad Europea de Madrid, Spanyol, mewanti-wanti bahwa kebiasaan jalan kaki yang asal-asalan kurang memberikan dampak optimal, terutama bagi mereka yang kesehariannya kurang aktif alias kaum mager.

"Melakukan dua kali jalan kaki berdurasi 10 hingga 15 menit sehari jauh lebih baik daripada sekadar berjalan-jalan singkat di sekitar rumah sepanjang hari," terang Prof del Pozo Cruz, dikutip dari laman Health.

Risiko Penyakit Jantung Bisa Turun Drastis

Dalam penelitian tersebut, para ahli menganalisis data aktivitas dari 33.000 orang dewasa berusia 40 hingga 79 tahun yang menggunakan pelacak aktivitas. Seluruh peserta ini dikategorikan sebagai kelompok yang kurang aktif, dengan jumlah langkah harian di bawah 8.000 langkah.

Peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan durasi jalan kaki yang paling sering mereka lakukan. Hasilnya pun sukses bikin syok:

  • Kelompok Jalan Kaki Super Singkat (< 5 menit): Memiliki peluang meninggal dunia sebesar 4 persen dan risiko terkena penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung atau stroke, mencapai 13 persen.
  • Kelompok Jalan Kaki Durasi Lama (minimal 15 menit): Angka kematiannya merosot tajam hingga menyisakan 0,8 persen saja, dan risiko penyakit jantungnya turun drastis menjadi hanya sekitar 4 persen.

Para pakar menjelaskan, saat seseorang melakukan aktivitas intensitas rendah seperti berjalan kaki, tubuh membutuhkan waktu khusus untuk mengaktifkan sistem kardiometabolik. Durasi yang lebih lama ini diperlukan agar variabilitas detak jantung dan sensitivitas insulin dapat bekerja dengan cara yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Banyak penelitian lain yang menyebutkan bahwa olahraga singkat atau exercise snacking selama beberapa menit saja sudah cukup menyehatkan. Menurut Prof del Pozo Cruz, kedua teori tersebut tidak saling bertentangan dan kuncinya ada pada intensitas.




(sao/up)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork