Rodrigo Hernández Cascante atau Rodri mendapatkan banyak pujian usia membawa Spanyol ke babak final Piala Dunia 2026. La Roja berhasil 'menggeprek' Prancis dengan skor 2-0 di Dallas Stadium, Rabu (15/7).
Kuartet depan Prancis yang berisi Kylian Mbappe, Michael Olise, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola kesulitan total menghadapi kontrol lini tengah Spanyol. Ketenangan Rodri mampu menutup jalur utama permainan Les Bleus.
Selain penampilan apik Rodri di Piala Dunia kali ini, satu hal yang perlu diapresiasi adalah bagaimana ia membangun mentalnya untuk bisa bangkit usai cedera horor dua tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cedera Horor di Tahun 2024
Rodri mengalami cedera lutut serius pada 22 September 2024 ketika Manchester City bermain imbang 2-2 melawan Arsenal. Diagnosisnya adalah robekan Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan kerusakan meniskus, yang memaksanya absen sepanjang sisa musim 2024-2025.
Padahal, sebelum naik ke meja operasi, Rodri baru saja meraih Ballon d'Or 2024. Menasbihkannya sebagai pemain sepakbola terbaik di dunia, sejajar dengan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Kemenangan Ballon d'Or tersebut didorong performa musim 2023-2024, saat ia membantu Manchester City menjuarai Liga Inggris dan Piala Dunia Antarklub, serta berperan kunci dalam keberhasilan Spanyol di Euro 2024.
"Pemulihannya membutuhkan waktu antara 10 hingga 12 bulan. Ini cedera yang sangat, sangat panjang," kata Pep Guardiola, dikutip dari The Athletic, Rabu (15/7/2026).
Sebagai informasi, terdapat dua meniskus di setiap lutut, meniskus medial di bagian dalam dan meniskus lateral di bagian luar, dengan ACL, salah satu ligamen utama lutut, terhubung di atasnya.
Meniskus adalah potongan tulang rawan berbentuk C yang berfungsi sebagai peredam kejut antara tulang kering dan tulang paha untuk membantu menstabilkan lutut, mendistribusikan beban, dan melindungi sendi dari keausan berlebihan.
Skenario terburuk adalah robeknya ACL dan sobeknya meniskus medial dan meniskus lateral. Dalam kalangan medis, ini dikenal sebagai variasi dari 'the terrible triad' atau cedera yang mengerikan.
Rodri dirawat oleh ahli bedah Spanyol dr Manuel Leyes, yang merupakan andalan Real Madrid untuk menangani cedera ACL.
Pendekatannya terdiri dari membuat terowongan di tulang femur dan tibia (tulang paha dan tulang kering) untuk memasukkan tendon baru dan mengeluarkan sepertiga bagian tengah tendon patella.
dr Leyes kemudian memasukkan penguat sendi tambahan (dengan tendon lain) yang mengontrol rotasi lutut dan mengurangi risiko pemain mengalami robekan ACL kembali.











































